Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Selama Terapkan PSBB, Volume Sampah Di Tangsel Meningkat 10 Persen

SELASA, 05 MEI 2020 | 08:22 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tangerang Selatan, kini telah memasuki periode kedua, sesuai dengan Keputusan Walikota (Kepwal) Tangsel nomor 338/Kep.137-Huk/ 2020 tentang perpanjangan pemberlakuan PSBB dalam rangka penanganan Corona Virus Disease 2019.

Namun, sejak PSBB diberlakukan, volume sampah di Tangsel justru meningkat 10 persen. Sampah rumah tangga atau perumahan menjadi penyumbang kenaikan tersebut.

"Peningkatan sampah memang ada (terjadi) 10 persen. Kalau di restoran dan perhotelan berkurang karena tutup selama PSBB. Sedangkan untuk di pasar itu stabil," terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel, Toto Sudarto, di Balai Kota Tangsel, Senin (4/5).


Masih di tempat yang sama, Kepala Seksie (Kasie) Pengelolaan Sampah DLH Tangsel, Rastra Yudhatama, menyebut sampah yang berasal dari perumahan saat PSBB berlangsung bisa mencapai 80 ton perhari.

"Sebelum PSBB biasanya hampir 50 sampai 70 ton sehari. Kalau sekarang berarti itu sampai hampir 80 ton," tutur Yudha, dikutip Kantor Berita RMOLBanten.

Yudha menjelaskan, adanya peningkatan volume sampah di Tangsel disebabkan banyaknya keluarga yang berdiam di rumah mengikuti anjuran pemerintah.

"Jadi dipastikan itu naik 10 persen, karena kebanyakan ibu rumah tangga masak di rumah dan tidak ada kegiatan keluar rumah," ucapnya.

Meski begitu, Yudha mengaku sampah-sampah liar yang berada di Tangsel seperti di bawah fly over Ciputat dan Pondok Aren berkurang.

"Sampah liar terutama yang ada di pinggir jalan, itu berkurang 30 sampai 40 persen, seperti di bawah fly over Ciputat dan Jalan Kesehatan, Pondok Aren. Karena yang buang itu sumbernya dari pendatang yang mengontrak, dan sekarang sudah pulang kampung sebelum PSBB berlaku," ungkap Yudha.

Sementara itu, untuk sampah yang berada di pasar tradisional masih dalam kondisi stabil.

"Yakni sekitar dua bak amrol tiap harinya. Untuk perhotelan dan restoran itu berkurang," tutupnya.  

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya