Berita

Muhammad Risman Pasigai/Net

Nusantara

Golkar Sulsel: Penolakan Nasdem Terhadap Danny-Zunnun Gagal Administrasi

SENIN, 04 MEI 2020 | 15:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Hubungan dua partai di Sulawesi Selatan kian memanas. Yaitu, antara DPD I Partai Golkar Sulsel dengan DPW Partai Nasdem Sulsel.

Itu lantaran Golkar Sulsel merasa dirugikan dengan pernyataan Sekretaris Nasdem Sulsel, Syaharuddin Arlip.

Beberapa waktu lalu di sebuah surat kabar di Makassar, Syaharuddin Arlip meminta agar tidak ada spekulasi lain bagi bakal calon walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto alias Danny Pomanto jika ingin diusung Nasdem.


Dia meminta agar tidak perlu lagi diarahkan pada kandidat yang disodorkan Golkar, yakni Andi Zunnun Armin NH, putra Plt Ketua DPD I Sulsel Nurdin Halid.

Menanggapi pernyataan itu, Jurubicara Golkar Sulsel, Muhammad Risman Pasigai menyebutkan berita Nasdem tersebut merupakan kesekian kalinya yang 'menyerang' Golkar Sulsel.

Bahkan, kata dia, sejak pertengahan Maret lalu, Nasdem Sulsel melalui sekretarisnya Syaharuddin Alrip dengan lantang menyampaikan sikap partainya menolak bakal calon wakil pendamping Danny Pomanto dari partai Golkar, yakni Zunnun.

"Dan (Partai Nasdem Sulsel) menolak berkoalisi dengan Partai Golkar di Makassar maupun di Sulsel," ungkapnya melalui keterangan tertulis, Senin (4/5).

Risman menyatakan Golkar Sulsel maupun DPP Golkar tidak pernah mengajak Nasdem untuk berkoalisi dalam Pilkada Serentak 2020, termasuk di Kota Makassar. Karena itu, Nasdem Sulsel tidak punya dasar untuk menolak Golkar Sulsel berkoalisi karena Nasdem Sulsel tidak pernah diajak berkoalisi oleh Golkar Sulsel.

"Faktanya adalah, DPP Partai Nasdem di Jakarta yang datang ke kantor DPP Partai Golkar, dimana Partai Nasdem pada momen itu mengajak Partai Golkar untuk berkoalisi pada pilkada serentak 2020," terangnya.

Begitu pula soal nama Andi Zunnun Armin NH. Menurut Risman, Golkar Sulsel atau Golkar Makassar, atau partai manapun, tidak pernah mencatatkan nama Zunnun sebagai figur yang diajukan untuk menjadi bakal calon wakil Danny.

"Karena itu, Nasdem Sulsel tidak mempunyai dasar untuk menolak figur ini yang juga merupakan kader Partai Golkar, penolakan Nasdem Sulsel ini mengalami gagal administrasi," ujarnya.

Risman lantas menjelaskan keadaan objektif Danny Pomanto di Golkar saat ini. Menurutnya, dukungan Golkar terhadap Danny tidak bergeser meski ada ancaman dari Nasdem agar Danny meninggalkan calon yang diusulkan Golkar.

"Partai Golkar Sulsel menyambut Danny Pomanto yang telah ditinggalkan oleh Partai Nasdem dan batal dicalonkan oleh Partai Nasdem," tuturnya.

DPD Partai Golkar, lanjut Risman, saat ini sedang menjalankan komitmen membantu Danny bergabung dengan partai politik lain setelah ditinggalkan oleh Nasdem.

"Setelah pandemik Covid-19, Danny Pomanto akan menyatakan sikap resminya tentang hal ini," ungkap Risman. Dia mengklaim Danny merasa lebih nyaman bersama Golkar. Itu karena dukungan Golkar tidak plin-plan dan tidak mengambang.

Sementara itu, Waketum DPP Partai Nasdem, Ahmad HM Ali meminta agar Golkar tidak memaksakan diri memasang kadernya untuk berpasangan dengan Danny. Dijelaskan, partai koalisi di daerah mestinya berembuk untuk menentukan siapa wakil yang cocok bagi Danny. Bukan main menang-menangan dengan memaksakan kandidat tertentu untuk pendamping.

"Nasdem juga tak ingin menang-menangan karena kami tak bisa mencalonkan sendiri. Harus berkoalisi. Golkar juga jangan memaksakan, harus berembuk bersama partai koalisi dalam menetapkan calon," bebernya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya