Berita

Kota Wuhan Saat Lockdown/Net

Dunia

China: Australia Selalu Muncul Membuat Masalah, Sudah Seperti Permen Karet

KAMIS, 30 APRIL 2020 | 11:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sama seperti Amerika, Australia mendukung penyelidikan mengenai asal-usul Covid-19 termasuk mengadakan penyelidikan penanganan awal yang dilakukan China saat epidemik itu terjadi di Wuhan.

Usulan yang awalnya dikemukakan oleh Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne ini memancing ketegangan antara China dan Australia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, menyayangkan sikap Australia itu.


"Keraguan mengenai transparansi China bukan hanya tak sesuai fakta, tapi juga tidak menghargai upaya dan pengorbanan luar biasa dari rakyat China," ujar Geng, seperti dikutip dari ABC News, Rabu (29/4).

Dubes China untuk Australia Cheng Jingye, pernah mengatakan jika Australia terus mendesak melakukan penyelidikan bisa saja konsumen di China berhenti membeli produk dan jasa Australia. Pernyataan Jingye malah membuat Australia berpikir bahwa Jingye tengah 'membuat tekanan'.

"Mungkin saja orang awam (di China) akan bilang, mengapa kita harus minum anggur Australia atau makan daging sapi Australia?" ujar Jingye.

Namun, Australia tidak akan mengubah keputusannya.

Menteri Perdagangan Simon Birmingham telah menghubungi Dubes China dan mengatakan, "Australia tidak akan mengubah posisi kebijakan kami pada masalah kesehatan masyarakat karena adanya tekanan atau ancaman tekanan ekonomi," kata Birmingham.

Sikap Australia yang terus mendorong penyelidikan Covid-19 telah memicu reaksi di kalangan media d China.

Kebanyakan menganggap hubungan antara Australia dan mitra dagang terbesarnya, China, akan memburuk seperti halnya hubungan antara Beijing dan Washington.

Dalam salah satu postingan di media sosial, seorang editor di media pemerintah China menyebut bahwa China perlu mempunyai kesadaran mengenai risiko melakukan bisnis dengan Australia, termasuk ketika  mengirimkan anak-anaknya untuk sekolah di sana.

"Australia selalu muncul, membuat masalah. Sudah seperti permen karet yang menempel di sol sepatu China. Terkadang kita harus mencari batu untuk melepasnya," katanya.

Pemimpin Oposisi, Anthony Albanese mengatakan Australia menginginkan adanya hubungan positif dengan China tetapi harus dibangun atas kepercayaan dan transparansi.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya