Pandemik Covid-19 yang tengah melanda dunia saat ini menjadi ujian berat, khususnya bagi garda terdepan penanganan pandemik yaitu tim medis.
Seluruh tim medis di dunia bekerja siang malam tak kenal lelah untuk menangani para pasien Covid-19. Tak salah jika para dokter dan tim medis ini disebut sebagai pahlawan dalam perang memenangkan pandemik Covid-19.
Dalam rangka mendukung upaya penanggulangan Covid-19 di Indonesia, KBRI Beijing bersama Kementerian Luar Negeri RI menggelar kegiatan webinar pelatihan tata cara penanganan garda terdepan Covid-19 bersama pakar dari China.
Kegiatan ini didukung oleh Jack Ma Foundation dan Alibaba Foundation dan mengundang para pembicara pakar dari China yang menjadi garda terdepan saat menangani Covid-19 yang melanda China.
Dalam sambutan pembukaan, Duta Besar RI di Beijing, Djauhari Oratmangun menyampaikan, penghargaan yang tinggi atas dedikasi para tim medis yang bekerja keras dalam menanggulangi pandemi Covid-19.
"Webinar ini diselenggarakan untuk memfasilitasi diskusi antara tim medis Indonesia dengan para ahli Tiongkok terkait penanganan Covid-19," ujar Djauhari Oratmangun dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (29/4).
"Tim medis Indonesia juga dapat berbagi pengalaman terkait upaya menekan penyebaran pandemi Covid-19 yang saat ini dihadapi Indonesia, serta bertukar pendapat dengan para pakar China," katanya menambahkan.
Webinar menghadirkan panelis yang merupakan para ahli medis dari Affiliated Hospital of Qingdao University yaitu Niu Haitao, Vice President Affiliated Hospital of Qingdao University; Kong Xinjuan, Director of Medical Affairs; Wei Lili, Assistant President; Yu Wenchang, Director of Respiratory and Critical Care Department.
Serta Fang Wei, Deputy Director of ICU; Li Kun, Deputy Director of ICU; Weng Yunqi, Deputy Director of Emergency Internal Medicine, dan Feng Wei, Deputy Director of Anesthesiology Dept.
Affiliated Hospital of Qingdao University yang berlokasi di Qingdao, Provinsi Shandong adalah salah satu rumah sakit yang mengirimkan tim medis untuk membantu penanganan Covid-19 di Wuhan selama 50 hari, termasuk diantaranya menangani pasien-pasien kritis.
Setidaknya ada 316 orang peserta aktif terdiri dari para dokter dan tim medis, serta perwakilan lebih dari 25 rumah sakit di seluruh Indonesia ikut serta dalam webinar ini.
Topik diskusi antara lain terkait penanganan pasien parah, tata cara menghadapi situasi gawat darurat, upaya perlindungan tim medis dari infeksi virus, upaya pencegahan dan karantina mandiri oleh masyarakat serta pendampingan psikologis dalam menghadapi pandemi.
Peserta juga diberikan bahan materi diskusi yang tersedia di situs
https://gmcc.alibabadoctor.com.
Para peserta mengikuti kegiatan webinar dengan penuh antusias. Kegiatan ini memberikan
lesson learnt garda terdepan China dalam menangani pasien Covid-19.
Sehingga, diharapkan dapat turut berkontribusi untuk bekal tim medis Indonesia dalam menangani pasien Covid-19 di tanah air.
Webinar ini juga menjadi titik awal rangkaian kegiatan perayaan 70 tahun hubungan bilateral Indonesia-China yang jatuh pada tahun ini.
Setelah pelaksanaan webinar ini, KBRI Beijing akan menyelenggarakan serangkaian webinar yang mengundang pembicara pakar di berbagai bidang termasuk digital economy, Telemedicine, E-Commerce, Creative Economy, dan lainnya.