Berita

Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Narendra Modi/Net

Dunia

Ngobrol Dengan PM Narendra Modi, Jokowi Bahas Nasib WNI Jamaah Tabligh Di India

RABU, 29 APRIL 2020 | 18:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Joko Widodo telah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Narendra Modi pada Selasa (28/4) untuk membahas sejumlah isu, salah satunya adalah nasib warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan anggota Jamaah Tabligh (JT).

Hingga saat ini, tercatat ada 1.148 WNI JT yang tersebar di 13 negara, dengan mayoritas berada di India.

Sebanyak 105 WNI JT dinyatakan positif Covid-19. Dari angka tersebut, 30 di antaranya berada di Pakistan, di mana 18 orang sudah sembuh dan 75 WNI JT berada di India, di mana 44 sudah sembut.


"Terkait dengan WNI Jamaah Tabligh, dapat saya sampaikan bahwa kemarin Presiden RI (Joko Widodo) telah melakukan komunikasi dengan Perdana Menteri India (Narendra Modi," ungkap Retno dalam konferensi pers virtual, Rabu (29/4).

"Dalam pembicaraan kemarin, Presiden RI telah menyampaikan atau mengangkat terkait dengan Jamaah Tabligh warga negara Indonesia. Kedua pemimpin semapakat menugaskan menlu kedua negara untuk menindaklanjuti pembicaraan kedua pemimpin tersebut," lanjutnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Retno mengatakan, ia sudah dan selalu berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri India.

Selain itu, perwakilan Indonesia di Indonesia juga secara aktif memantau dari dekat para WNI JT. Mereka juga berkoordinasi dengan otoritas India mengenai keselamatan dan keamanan WNI

"Perwakilan kita juga melakukan komunikasi dengan wakil-wakil JT di Indonesia dan juga melakukan pendampingan hukum dan kekonsuleran terutama bagi mereka yang saat ini tengah menghadapi masalah hukum," pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya