Berita

Keluarga menghadiri pemakaman di Manaus, Brasil/Net

Dunia

Angka Kematian Brasil Kini Lebih Dari 5.000 Melewati China, Tapi Beberapa Kota Malah Lanjutkan Ekonomi

RABU, 29 APRIL 2020 | 09:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Kesehatan Brasil mengumumkan kasus kematian karena virus corona tercatat sebanyak 5.000. Angka tersebut telah melampui China, sebagai negara pertama ditemukannya virus corona.

Ini merupakan rekor di mana 474 kematian terjadi dalam 24 jam terakhir, isi pernyataan kementerian.

"Sebuah rekor 474 kematian tercatat dalam 24 jam terakhir, sementara jumlah warga terinfeksi kini menjadi 71.886 orang," kata Kementerian Kesehatan Brasil seperti dikutip dari AFP, Rabu (29/4).


Sebelumnya, para pejabat kesehatan telah bersiap-siap untuk antisipasi yang lebih buruk. Para ahli memperkirakan wabah akan memuncak di Brasil menjelang akhir April. Dan hal itu telah nampak.

Mereka juga menghawatirkan hal buruk menimpa daerah-daerah termiskin di negara itu, terutama favela yang begitu padat, kumuh dan miskin, seperti di Sao Paulo dan Rio de Janeiro yang biasanya tidak memiliki infrastruktur kesehatan dan sanitasi dasar juga sangat rentan.

Namun, kota-kota itu malah mempersiapkan diri untuk memulai kembali kegiatan ekonomi. Angka tinggi kematian virus corona tidak membuat mereka mengikuti anjuran pemerintah.

Sao Paolo berencana melanjutkan aktivitas di sektor-sektor ekonomi mulai tanggal 11 Mei.

Rio de Janeiro dan negara bagian Minas Gerais sedang mempersiapkan langkah-langkah serupa. Sementara distrik federal Brasilia dan negara bagian Santa Catarina telah memulai kembali sejumlah kegiatan perekonomian.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro telah menuai kritik tajam karena meremehkan Corona Covid-19 sebagai "flu ringan."

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya