Berita

Pasukan Militer AS Dikirim ke Somalia/Net

Dunia

Militer AS Akui Pembunuhan Warga Sipil Pada Serangan Udara 2019 Di Somalia

RABU, 29 APRIL 2020 | 08:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika mengakui bahwa pada serangan militer Amerika Serikat di Somalia lebih dari setahun yang lalu menewaskan dua warga sipil dan melukai tiga lainnya.

Hal itu diumumkan oleh Komando Afrika Amerika Serikat (Africom), pengakuan yang jarang dari militer akan adanya korban sipil pada operasi AS terhadap pejuang bersenjata di Somalia, Libya dan negara-negara Afrika lainnya.

“Sayangnya dua warga sipil tewas dan tiga lainnya cedera dalam serangan udara Februari 2019. Kami sangat menyesal ini terjadi,” kata komandan Africom, Jenderal Angkatan Darat AS Stephen Townsend, demikian dikutip dari Al Jazeera.


Selama ini Africom menyatakan bahwa tidak ada warga sipil yang tewas dalam serangan udara dan serangan militer AS di Somalia.  

Serangan udara dilakukan di sekitar Kunyo Barrow di wilayah Shabelle Bawah Somalia dan laporan itu mengatakan sasaran yang dituju adalah dua anggota kelompok Islam Somalia al Shabaab.

Kematian warga sipil, katanya, terjadi sebagai akibat dari amunisi AS atau al-Shabaab yang meledak selama serangan udara.

Sebelumnya, AS melancarkan serangan udara pada bulan April 2018 di El Buur di wilayah Galgadud di Somalia tengah di mana Africom melaporkan bahwa pihaknya secara tidak sengaja membunuh dua warga sipil.

Amerika Serikat telah melakukan serangan udara di Somalia selama bertahun-tahun untuk membantu mengalahkan al Shabaab, yang berupaya untuk menggulingkan pemerintah pusat Somalia yang didukung Barat dan mendirikan pemerintahannya sendiri berdasarkan interpretasi ketat hukum syariah Islam.

Selama hampir dua dekade al Shabaab telah melakukan kampanye pemboman dan penembakan terhadap sasaran militer dan sipil termasuk hotel dan persimpangan lalu lintas baik di Somalia dan negara-negara tetangga seperti Kenya, seperti dikutip dari Africa News, Selasa (28/4).

Pasukan penjaga perdamaian regional, AMISOM , diamanatkan oleh Uni Afrika, juga membantu mempertahankan pemerintah Somalia.

Wakil Direktur Regional untuk Afrika Timur di kelompok hak asasi Amnesty International, Seif Magango, mengatakan langkah Africom untuk menerbitkan laporan penilaian triwulanan mengenai dugaan korban sipil adalah langkah yang disambut baik menuju transparansi.

Dia menambahkan, bagaimanapun, bahwa Amerika Serikat harus menindaklanjuti dengan, "akuntabilitas dan reparasi bagi para korban dan keluarga mereka".

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya