Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Gara-gara Uji Coba Para Ilmuwan, Prancis Batasi Penjualan Produk-produk Nikotin

RABU, 29 APRIL 2020 | 06:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Prancis, Edouard Philippe menyoroti hasil pemberlakuan karantina wilayah atau lockdown. Menurutnya cara itu telah menyelamatkan 62.000 jiwa dari wabah virus corona dalam sebulan. Namun, ia mengakui cara itu juga telah membuat terpuruknya ekonomi masyarakat.

Berbicara dalam debat parlemen, ia mengatakan di mana kemungkinan orang harus terus bekerja dari rumah setelah 11 Mei, tanggal yang ditetapkan untuk pelonggaran progresif tindakan penguncian.

Dia juga mengatakan untuk menjelaskan kepada warga Prancis mengenai rencana untuk melonggarkan karantina wilayah secara bertahap. Warga Prancis harus belajar bagaimana hidup dengan virus corona jenis baru itu dan melindungi diri mereka sendiri.


Beberapa usaha akan mulai dibuka secara bertahap pada 11 Mei. Toko-toko hanya melayani pembeli yang menggunakan masker. Beberapa layanan masyarakat juga sudah bisa beroperasi walau dengan tetap menjaga jarak aman.  

Mengenai uji coba yang dilakukan para peneliti Prancis, akhirnya pemerintah Prancis menetapkan untuk membatasi penjualan produk-produk nikotin setelah penelitian yang dilakukan Rumah Sakit Pitié-Salpêtrière, yang menyatakan bahwa para perokok mungkin lebih kecil untuk terinfeksi Covid-19, melansir Reuters, Selasa (28/4).

Keputusan tersebut dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan dengan membatasi apotek untuk menjual lebih dari satu bulan pasokan produk nikotin yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada rokok.

Setiap penjualan harus dicatat oleh apotek, apakah pembeli memiliki resep dokter atau tidak.

Untuk penjualan online telah sepenuhnya dilarang.

Bulan lalu, otoritas kesehatan Prancis meminta dokter untuk tidak meresepkan hydroxychloroquine untuk pasien terduga virus Corona setelah sebuah penelitian mengatakan obat itu berpotensi menyembuhkan Covid-19,  yang bisa menyebabkan kekurangan pasokan hydroxychloroquine bagi penderita lain.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya