Berita

Anggota Jamaah Tabligh saat dites virus corona/BBC

Dunia

COVID-19

Sembuh Dari Virus Corona, Puluhan Anggota Organisasi Islam India Kompak Sumbang Plasma Darah

SELASA, 28 APRIL 2020 | 23:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Puluhan anggota organisasi Islam di India, yakni Jamaah Tabligh, secara sukarena menyumbangkan darah mereka untuk terapi plasma pasien corona atau Covid-19. Hal itu dilakukan setelah mereka dinyatakan sembuh dari virus corona.

Organisasi tersebut beberapa waktu lalu sempat menjadi sorotan dan memicu kegeraman di India karena mengabaikan imbauan polisi serta pemerintah untuk tidak menggelar kegiatan yang mengumpulkan massa.

Beberapa pekan lalu, organisasi tersebut menggelar acara akbar doa bersama, mengabaikan peringatan otoritas setempat yang telah memberlakukan lockdown atau penguncian nasional.


Selang beberapa waktu kemudian, tercatat ada lebih dari 1.000 kasus infeksi virus corona baru yang terkait dengan kegiatan tersebut.

Insiden itu menyebabkan kemarahan besar banyak warga di India dan bahkan memantik kembali Islamofobia dari seluruh negeri.

BBC
pada Selasa (28/4) memuat, ada banyak laporan tentang pelecehan terhadap Muslim dari banyak wilayah di India pasca insiden tersebut.

Kondisi tersebut diperparah dengan pemberitaan media lokal yang menyebut bahwa anggota Jamaah Tabligh adalah virus dan pembawa virus. Pemberitaan semacam itu semakin situasi semakin rumit.

Bahkan di sosial media sempat ramai tagar "Coronjihad", yang merujuk pada tuduhan bahwa banyak anggota organisasi itu sengaja membuat diri mereka terinfeksi virus corona untuk bisa menyebarkan ke banyak orang lainnya. Tuduhan itu banyak disamakan dengan aksi pembom bunuh diri.

Di tengah situasi tersebut, Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan melalui Twitter, bahwa virus tidak mengenal agama. Dia menyerukan agar masyarakat fokus untuk bersatu melawan virus itu sendiri.

Seiring berjalannya waktu, banyak anggota Jamaah Tabligh yang kemudian sembuh dari virus corona. Untuk menghapus stereotipe buruk soal mereka, puluhan anggota organisasi tersebut yang telah dinyatakan sembuh dari virus corona, secara sukarela kompak mendonorkan darah mereka untuk membantu terapi plasma bagi pasien virus corona lainnya yang sedang berjuang hidup.

Donor plasma darah semacam ini merupakan hal lazim dilakukan di banyak negara beberapa waktu belakangan. Pasalnya, ketika seseorang terinfeksi oleh virus corona, sistem kekebalan tubuh mereka merespons dengan menciptakan antibodi yang menyerang virus.

Lama-kelamaan, antibodi ini menumpuk dan dapat ditemukan dalam plasma, yang merupakan bagian cair dari darah.

Karena itulah, saat ini banyak negara mengembangkan lebih lanjut terapi plasma darah dari pasien virus corona yang sembuh untuk membantu pasien virus corona lainnya yang masih berjuang melawan virus.

Di sejumlah negara, termasuk India, terapi semacam ini masih dalam tahap uji coba sebelum disetujui untuk penggunaan yang lebih luas.

Salah seorang anggota Jamaah Tabligh yang menyumbangkan darahnya untuk terapi plasma pasien corona, Farooq Basa, dari negara bagian selatan Tamil Nadu mengatakan bahwa dia merasa terpojok dengan pemberitaan media yang mencitrakan buruk pada mereka.

"Media telah menjelek-jelekkan kami setelah beberapa dari kami dites positif mengidap virus. Tetapi dengan rahmat Allah ini akan membantu meningkatkan citra kami," katanya kepada BBC.

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota lainnya, Anas Sayed, yang juga mendonorkan darahnya.

"Kami mengalami beberapa minggu yang sulit ketika semua orang mengejar kami dan meminta kami bertanggung jawab atas penyebaran virus. Kami memutuskan untuk menjadi sukarelawan," jelasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

UPDATE

OTT Tak Berarti Apa-apa Jika KPK Tak Bernyali Usut Jokowi

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:17

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00

Jokowi Tak Pernah Berniat Mengabdi untuk Bangsa dan Negara

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:51

Integrasi Transportasi Dikebut Menuju Jakarta Bebas Macet

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:25

Lebih Dekat pada Dugaan Palsu daripada Asli

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:18

PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10

Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:24

Pertemuan Kapolri dan Presiden Tak Bahas Reshuffle

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:21

Amien Rais Tantang Prabowo Copot Kapolri Listyo

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:10

PDIP Rawat Warisan Ideologis Fatmawati

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:07

Selengkapnya