Berita

Jubir penanganan Covid-19, Achmad Yurianto/Repro

Nusantara

Data ODP Dan PDP Covid-19 Masih Bertambah, Ini Data Lengkap 202 Kabupaten/Kota Yang Terjangkit

RABU, 22 APRIL 2020 | 17:58 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jurubicara pemerintah untuk penanganan virus corona baru (Covid-19) Achmad Yurianto menyampaikan, jumlah masyarakat yang diduga terinfeksi kembali bertambah.

Di mana, dugaan terinfeksi ini dibagi ke dalam dua ketegori. Yakni Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Dari pemeriksaan berdasarkan jumlah pasien sebelumnya, maka akumulasi data pasien ODP hari ini bertambah sebanyak 7.241 orang. Sebab pada Selasa (21/4) kemarin, jumlah total ODP ada sebanyak 186.330 orang.


"Sehingga kita dapatkan 193.571 orang dalam status orang dalam pemantauan (ODP)," ujar Achmad Yurianto dalam jumpa pers virtual yang disiarkan dari Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (22/4).

Sementara itu, untuk jumlah PDP yang didapatkan pada hari ini juga masih bertambah. Angkanya sebanyak 991 orang, karena kemarin angka totalnya baru sebanyak 16.763 orang.

"Dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 17.754, yang saat ini kita rawat dan menunggu hasil Laboratorium PCR real time," sebut Achmad Yurianto.

Data ini, dijelaskan Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan ini, merupakan data akumulatif yang bersumber dari 34 provinsi dan 202 kabupaten kota yang terjangkit Covid-19.

Adapun hingga saat ini, kasus positif sudah mencapai 7.418 orang. Kemudian untuk kasus sembuh 913 orang, dan meninggal 635 orang.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya