Berita

Mudik/Net

Dunia

Soal Larangan Mudik, Perwakilan RI Imbau WNI Di Luar Negeri Untuk Tidak Kembali Dan Awasi Jalur Kepulangan "Ilegal"

RABU, 22 APRIL 2020 | 15:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berusaha menindaklanjuti larangan mudik yang diberlakukan oleh pemerintah menjelang bulan Ramadhan terhadap para warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri.

Berdasarkan pengalaman, Plt. Jurubicara Kemlu, Teuku Faizasyah menyampaikan, WNI yang banyak melakukan tradisi mudik setiap tahunnya adalah WNI yang berada di negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Guna menindaklanjuti larangan mudik dari pemerintah Indonesia, Kemlu melalui perwakilan di luar negeri berusaha untuk mensosialisasikan dan mengimbau hal tersebut sekaligus memberikan bantuan kepada para WNI yang terdampak pandemik virus corona baru (Covid-19).


"Saat sekarang, kita melihat pola kecenderungan yang kembali ke Tanah Air adalah mereka yang terdekat, khususnya dari Malaysia," ujar Teuku dalam konferensi pers virtual pada Rabu (22/4).

"Terkait dengan adanya MCO (movement control order) dan pembatasan perjalanan, perwakilan kita aktif membagi paket sembako agar mereka bisa tetap tinggal di sana dan tidak kembali ke Indonesia," jelasnya.

Dengan paket bantuan tersebut, Teuku mengatakan, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan para WNI selama dua pekan bulan Ramadhan. Sehingga, tidak ada alasan bagi WNI untuk pulang karena khawatir kebutuhannya tidak tercukupi.

Hal yang sama, Teuku katakan dilakukan oleh perwakilan Indonesia di Singapura dan negara lain.

Di mana baru-baru ini, Dutabesar Indonesia untuk Singapura juga memberi imbauan kepada WNI yang tinggal di Singapura untuk tidak mudik.

Selain itu, Kemlu juga telah bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk melakukan pengawasan di jalur-jalur kepulangan ilegal yang selama ini kerap digunakan oleh WNI.

Berdasarkan data hingga Selasa (21/4), jumlah WNI dari Malaysida yang telah kembali ke Indonesia sejak MCO diterapkan pada 18 April, mencapai 64.412 orang. Dengan rincian, 46.144 orang melalui jalur laut, 10.621 melalui jalur darat, dan 7.647 orang melalui jalur udara.

Kendati begitu, Teuku menegaskan, pemulangan WNI dari Malaysia bukan pemulangan secara terstruktur yang dikoordinir oleh pemerintah, melainkan inisitif pribadi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya