Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Covid-19 Tidak Kenal Batas Administrasi, Ahli Epidemiologi UI Desak PSBB Diterapkan Secara Nasional

SELASA, 21 APRIL 2020 | 14:27 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 harus dilakukan secara nasional, bila NKRI ingin segara mengakhiri pandemik ini.

Demikian disampaikan ahli Epidemiologi dan Biostatistik FKM UI, Pandu Riono, melalui akun Twitter pribadinya.

"PSBB perlu dimonitor dan dievaluasi tanpa henti. Libatkan komunitas dan institusi," ucap Pandu Riono, Selasa (21/4).


Pandu Riono menegaskan, virus corona baru alias Covid-19 ini tidak mengenal yang namanya birokrasi dan batas wilayah administrasi. Siapa pun bisa terjangkit tanpa ada pengecualian.

Untuk itu, butuh respons cepat dan akurat dalam melawan virus yang bermula dari Kota Wuhan, China, dan telah merenggut ribuan nyawa masyarakat dunia ini.

Menurut Pandu Riono, sebenarnya Indonesia tahu bagaimana mengatasi pandemik ini. Tidak sulit untuk memenangkannya, asalkan pemerintah fokus melakukan penanganan sesuai dengan karakteristik virus.

"Yang jadi sulit bila kita tidak fokus, dan tergoda untuk memanfaatkan pandemik Covid-19 untuk selain keselamatan manusia," pungkasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya