Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu/Net
Israel secara bertahap mulai melonggarkan pembatasan dan
penguncian di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang saat ini
terjadi. Langkah itu diambil mulai akhir pekan ini (Minggu, 19/4).
Salah
satu bentuk pelonggaran pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah
Israel adalah dengan mengizinkan sejumlah kantor, sektor bisnis untuk
kembali dibuka.
Selain itu, pemerintah Israel juga mengizinkan
tingkat kehadiran pegawai di kantor meningkat menjadi 30 persen dari
semula 15 persen.
Langkah pelonggaran lain yang dilakukan adalah
dengan mengizinkan warga Israel bepergian ke toko bahan makanan, apotek,
dan beberapa tempat kerja. Selain itu, mereka juga diizinkan untuk
jalan keluar rumah dengan jarak maksimal 500 meter.
Meski
demikian, penggunaan masker dan aturan jaga jarak sosial masih
diberlakukan. Pusat perbelanjaan seperti mal dan pasar juga akan tetap
ditutup saat ini. Sekolah, kecuali kelas pendidikan khusus terbatas,
akan tetap ditutup.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu
mengatakan, langkah itu diambil setelah pihaknya melihat ada perlambatan
dalam tingkat infeksi virus corona di Israel setelah penguncian ketat
dilakukan sejak 14 Maret lalu.
Sejak saat itu, perkatoran dan
sekolah ditutup. Selain itu, masyarakat juga didesak untuk tinggal di
dalam rumah jika tidak ada keperluan mendesak.
Di satu sisi,
penguncian itu secara drastis menurunkan tingkat infeksi virus corona di
Israel. Namun di sisi lain, penguncian telah menghancurkan ekonomi
Israel, karena aktivitas ekonomi mandek dan menyebabkan angka
pengangguran melonjak hingga 25 persen.
Namun setelah langkah
pembatasan ketat selama sebulan lebih terakhir, Netanyahu pada Sabtu
(18/4) mengklaim bahwa Israel berhasil melawan virus corona.
Dalam
pidato yang disiarkan di televisi nasional Israel, dia menjelaskan
bahwa Israel telah berhasil dalam misinya sejauh ini dalam memerangi
pandemi virus corona.
"Hasil baik kami memungkinkan kami hari ini
untuk mulai mengambil langkah-langkah ke arah yang berlawanan, bukan
pengetatan, tetapi pelonggaran," kata Netanyahu, seperti dimuat
Reuters.
Per akhir pekan ini, Israel telah melaporkan sedikitnya 164 kematian dan hampir 13.300 kasus infeksi virus corona.
Menurut data Kementerian Kesehatan Israel, tingkat infeksi di Israel umumnya menurun selama dua minggu terakhir.