Berita

Saleh Partaonan Daulay/Net

Politik

Stafsus Presiden Dapat Proyek Rp 5,6 Triliun, Saleh Daulay: Wajar Jika Ada Dugaan Nepotisme

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 13:42 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Staf Khusus milenial Presiden Joko Widodo yang merupakan CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Delvara, mendapatkan proyek bombastis senilai Rp 5,6 triliun dari Kementerian Perekonomian. Ruangguru ditunjuk sebagai aplikator Kartu Prakerja.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, meminta pemerintah terbuka kepada masyarakat mengenai mekanisme penunjukkan Ruangguru sebagai salah satu aplikator dari program Kartu Prakerja.

“Yang perlu diminta adalah keterbukaan dan transparansi dalam proses penunjukkan lembaga pelatihan yang menjadi mitra program Kartu Prakerja. Jika prosesnya sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku, tentu semua pihak diharap dapat memahami. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat menjelaskan hal ini kepada publik,” ujar Saleh kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (17/4).


Disinggung mengenai adanya upaya praktik nepotisme di lingkaran Istana lantaran adanya Stafsus Presiden yang mendapatkan proyek triliunan, Saleh mengatakan wajar masyarakat menilai hal tersebut.

“Orang luar melihatnya kan beda. Selalu saja ada persoalan yang dinilai ganjil dalam proses seperti ini. Apalagi, CEO Ruangguru juga adalah Stafsus Presiden. Bisa jadi, itu yang menyebabkan orang menduga ada nepotisme,” bebernya.

“Mungkin juga karena nilai proyeknya yang sangat besar. Wajar saja jika orang-orang melihat secara seksama,” tambahnya.

Untuk itu, Saleh meminta pemerintah tidak menyembunyikan mekanisme pembentukan program yang menelan anggaran pemerintah dalam jumlah besar.

“Kalau semua prosesnya dilaksanakan secara benar, tidak ada yang perlu disembunyikan. Disampaikan saja ke publik secara terbuka. Tentu ini akan mengurangi pandangan minor dari sebagian orang,” tutupnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Terkuak Dugaan Penggelembungan Anggaran Makan Minum di DPRD Bandar Lampung

Senin, 20 April 2026 | 02:07

Pramono Siapkan PPSU Khusus Ikan Sapu-Sapu

Senin, 20 April 2026 | 01:47

Jual Beli Rekening Bisa Dijerat Pidana!

Senin, 20 April 2026 | 01:26

HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah

Senin, 20 April 2026 | 01:01

Pramono Tegaskan Jadi Gubernur untuk Semua Kelompok, Agama, dan Golongan

Senin, 20 April 2026 | 00:28

MUI Kawal Ketat Proyek Islamic Center

Senin, 20 April 2026 | 00:13

Projo Klaim Jokowi Menang Berkat Rekam Jejak, Bukan Jasa Jusuf Kalla

Senin, 20 April 2026 | 00:01

Wicked Problem di Balik Motor Listrik MBG

Minggu, 19 April 2026 | 23:43

JK Diduga Masih Simpan Kartu Rahasia Jokowi

Minggu, 19 April 2026 | 23:34

Nabung Jantung

Minggu, 19 April 2026 | 23:26

Selengkapnya