Berita

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan/Net

Politik

Normalisasi Pariwisata Memang Perlu Dilakukan, Tapi Tidak Sekarang

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 08:18 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pencegahan bahaya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan membantu pelaku pariwisata untuk tetap bertahan memang perlu dibahas dalam saat masa tanggap darurat.

Begitu kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan menanggapi pernyataan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Menko Luhut sebelumnya mengatakan bahwa pemerintah bersiap memboyong wisatawan dari Jepang, China, dan Korea untuk memulihkan sektor pariwisata yang rontok akibat Covid-19.

Namun demikian, sambung Kepala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPP Partai Demokrat itu, eksekusi tersebut tidak dilakukan di saat pendemik masih berlangsung.


“Nanti akan ada tahap pemulihan di mana kebijakan pemerintah adalah mendorong APBN dan APBD untuk menggerakkan sektor pariwisata dan MICE secara lokal,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (17/4).

Tahap berikutnya, kata Dede Yusuf adalah normalisasi dengan melakukan promosi dan mengundang kembali wisatawan mancanegara ataupun pengunjung dari luar negeri, dengan catatan hanya negara-negara yang sudah dinyatakan bebas dari pandemi ini.

“Jadi yang dimaksud Pak Luhut tadi baru bisa dilakukan pada tahap normalisasi. Iya, hasil raker kita demikian dan itu diperkirakan normalisasi di Januari hingga Februari 2021,” katanya.

Untuk saat ini, lanjut Dede, seharusnya pemerintah melakukan pencegahan dampak dari wabah Covid-19 baru kemudian melakukan normalisasi sektor pariwisata.

“Seluruh dunia saat ini menjaga penyebaran darinegara lain. Jadi sudah pasti kebijakan paling aman adalah demikian. Nggak tahu kalau pemerintah punya rencana lain yang di luar raker,” bebernya.

“Devisa negara dari sektor pariwisata sangat besar, sekitar Rp300 triliun, dan yang paling terpukul adalah sektor ini. Jadi yang harus dilakukan adalah mensubsidi pelaku sektor ini agar tidak bubar,” demikian Dede Yusuf.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Terkuak Dugaan Penggelembungan Anggaran Makan Minum di DPRD Bandar Lampung

Senin, 20 April 2026 | 02:07

Pramono Siapkan PPSU Khusus Ikan Sapu-Sapu

Senin, 20 April 2026 | 01:47

Jual Beli Rekening Bisa Dijerat Pidana!

Senin, 20 April 2026 | 01:26

HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah

Senin, 20 April 2026 | 01:01

Pramono Tegaskan Jadi Gubernur untuk Semua Kelompok, Agama, dan Golongan

Senin, 20 April 2026 | 00:28

MUI Kawal Ketat Proyek Islamic Center

Senin, 20 April 2026 | 00:13

Projo Klaim Jokowi Menang Berkat Rekam Jejak, Bukan Jasa Jusuf Kalla

Senin, 20 April 2026 | 00:01

Wicked Problem di Balik Motor Listrik MBG

Minggu, 19 April 2026 | 23:43

JK Diduga Masih Simpan Kartu Rahasia Jokowi

Minggu, 19 April 2026 | 23:34

Nabung Jantung

Minggu, 19 April 2026 | 23:26

Selengkapnya