Berita

Camat Menes, Ubaidillah/Net

Nusantara

Akui Kecolongan, Ini Alasan Camat Menes Soal WNA Banglades Positif Covid-19 Di Wilayahnya

KAMIS, 16 APRIL 2020 | 14:21 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah Kabupaten Pandeglang mengakui pihaknya telah kecolongan atau lalai, karena tidak berhasil memfilter warga negara asing (WNA) asal Banglades yang kemudian terdeteksi positif Covid-19.

WNA Banglades itu yang merupakan bagian dari jemaah syiar dan iktikaf. Pengakuan itu disampaikan Camat Menes, Ubaidilah.

Ubaidilah  mengaku, kaget saat mendengar ada lima WNA Banglades yang sudah hampir sepuluh hari berada di salah satu desa di Kecamatan Menes dan gencar melakukan kegiatan syiar dan iktikaf padahal dua WNA nya terdeteksi positif corona hasil rapid test.


"Ya, boleh dibilang seperti itu (kecolongan)," ujar Ubaidillah dilansir dari Kantor Berita RMOLBanten, Kamis (16/4).

Ubaidilah berdalih jika kelalaian itu karena kedatangan kelima WNA itu pada malam hari pada 30 maret 2020 lalu. Sehingga tidak terdeteksi oleh aparat desa sekitar.

"Selain itu, keberadaan majelis juga jauh dari masyarakat, makanya ketika saya mendapatkan kabar, saya kaget dan langsung melakukan investigasi ke lapangan dengan Pak Danramil," kilahnya.

Menurutnya, Muspika Menes telah memberikan imbauan kepada para WNA itu agar melakukan karantina mandiri sambil menunggu tenaga medis untuk melakukan rapid test.

Karena saat menyambangi WNA tersebut, pihak Muspika tidak didampingi pihak Puskesmas Menes.

"Muspika sudah berusaha mencegahnya, untuk jangan kemana mana dulu. Takut menularkan wabah karena kita tidak tau wabah corona ini apakah kita yang tertular apa yang menularkan," pungkasnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya