Berita

Politisi PDIP Muhammad Nabil Haroen/Net

Politik

Anak Buah Megawati Tegur Menko Luhut Agar Lebih Sopan Berbicara

KAMIS, 16 APRIL 2020 | 11:30 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pernyataan Menko Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut jumlah kematian corona masih sedikit jika dibanding jumlah penduduk Indonesia mendapat teguran dari politisi PDI Perjuangan.

Politisi PDIP Muhammad Nabil Haroen menilai pernyataan Menko Luhut yang menyebut rasio dari pasien Covid-19 meninggal hanya segelintir orang dari 250 juta, tidak pantas dilontarkan dari mulut seorang pejabat negara.

“Pernyataan Pak Luhut itu sangat tidak etis sebagai pejabat tinggi negara Indonesia,” tegur anak buah Megawati Soekarnoputri itu saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (16/4).


Gus Nabil, sapaan akrabnya, meminta Luhut untuk lebih perhatian pada rasa kehilangan terhadap nyawa manusia warga negara. Bukan sebatas memandang kematian dalam bentuk statistik semata.

“Di tengah pandemik Covid-19, negara jangan sampai melihat warga yang menjadi korban sebagai statistik belaka,” cecarnya.

Kepada Presiden Joko Widodo, anggota Komisi IX DPR RI ini meminta agar koordinasi teknis dan komunikasi para menteri dirapikan. Sehingga apa yang disampaikan tidak melukai perasaan rakyat Indonesia yang tengah tertekan.

“Pemerintah Indonesia juga harusnya mendorong langkah-langkah strategis untuk percepatan penanganan Covid-19 dari sisi medis,” ujarnya.

Mendorong dari sisi medis yang dimaksud adalah mengenai penyelenggaraan tes Covid-19. Di mana Indonesia baru melakukan 36 ribu tes atas setara 132 per satu juta penduduk.

“Angka ini termasuk sangat rendah di kawasan negara-negara Asia,” tutupnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Terkuak Dugaan Penggelembungan Anggaran Makan Minum di DPRD Bandar Lampung

Senin, 20 April 2026 | 02:07

Pramono Siapkan PPSU Khusus Ikan Sapu-Sapu

Senin, 20 April 2026 | 01:47

Jual Beli Rekening Bisa Dijerat Pidana!

Senin, 20 April 2026 | 01:26

HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah

Senin, 20 April 2026 | 01:01

Pramono Tegaskan Jadi Gubernur untuk Semua Kelompok, Agama, dan Golongan

Senin, 20 April 2026 | 00:28

MUI Kawal Ketat Proyek Islamic Center

Senin, 20 April 2026 | 00:13

Projo Klaim Jokowi Menang Berkat Rekam Jejak, Bukan Jasa Jusuf Kalla

Senin, 20 April 2026 | 00:01

Wicked Problem di Balik Motor Listrik MBG

Minggu, 19 April 2026 | 23:43

JK Diduga Masih Simpan Kartu Rahasia Jokowi

Minggu, 19 April 2026 | 23:34

Nabung Jantung

Minggu, 19 April 2026 | 23:26

Selengkapnya