Berita

urubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto/Net

Politik

Australia Sebut Indonesia Bencana Dari Utara, Jubir Pemerintah: Terserah, Biarin Aja

RABU, 15 APRIL 2020 | 09:43 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Rasa panik yang tinggi terhadap penularan wabah Covid-19 dari pemerintah Australia membuat mereka menarik pulang Dutabesar Gary Quinlan dari Indonesia.

Parahnya, Australia menyebut Indonesia sebagai bencana Covid-19 dari wilayah utaranya. Pernyataan tersebut terlontar dari sebuah kolom editorial harian The Australian yang bertajuk “Covid-19 Disaster to Our North”. Baca: Tarik Dutabesar Di Tengah Wabah Covid-19, Australia Sebut Indonesia Bencana Dari Utara

Menanggapi hal tersebut, Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan tidak masalah dengan pernyataan miring pihak Australia tersebut.


“Biarin aja, enggak apa-apa. Mau kita disebut bencana dari utara, timur, barat, selatan, terserah Australia saja,” ujar Yuri kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (15/4).

Pihaknya ikhlas dengan pernyataan kasar Australia yang menyebut Indonesia sebagai bencana dari utara. Saat ini fokus dari pemerintah untuk melakukan penanganan maksimal terhadap wabah dari Wuhan ini.

“Enggak apa-apa, kita disebut sebagai ancaman. Saya bekerja untuk Republik Indonesia bukan untuk Australia, seharusnya kamu tanya sama Australia kenapa dia sebut kita sebagai bencana dari utara,” paparnya.

Disinggung mengenai Indonesia kekurangan ventilator yang membuat Australia takut dengan tidak maksimalnya penanganan Covid-19, Yurianto mengaku saat ini pemerintah telah berupaya maksimal.

“Kita sedang berusaha, membuat ventilator itu tidak seperti buat masker dijahit langsung jadi. Harus membutuhkan tenaga dan teknologi yang canggih, kita sedang upayakan dengan kerja keras, untuk pengadaan ventilator itu, bekerjasama dengan perusahan-perusahaan teknologi,” tandasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Terkuak Dugaan Penggelembungan Anggaran Makan Minum di DPRD Bandar Lampung

Senin, 20 April 2026 | 02:07

Pramono Siapkan PPSU Khusus Ikan Sapu-Sapu

Senin, 20 April 2026 | 01:47

Jual Beli Rekening Bisa Dijerat Pidana!

Senin, 20 April 2026 | 01:26

HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah

Senin, 20 April 2026 | 01:01

Pramono Tegaskan Jadi Gubernur untuk Semua Kelompok, Agama, dan Golongan

Senin, 20 April 2026 | 00:28

MUI Kawal Ketat Proyek Islamic Center

Senin, 20 April 2026 | 00:13

Projo Klaim Jokowi Menang Berkat Rekam Jejak, Bukan Jasa Jusuf Kalla

Senin, 20 April 2026 | 00:01

Wicked Problem di Balik Motor Listrik MBG

Minggu, 19 April 2026 | 23:43

JK Diduga Masih Simpan Kartu Rahasia Jokowi

Minggu, 19 April 2026 | 23:34

Nabung Jantung

Minggu, 19 April 2026 | 23:26

Selengkapnya