Berita

Salah Satu Asrama Buruh Migran di Sinapura/Net

Dunia

Ancaman Virus Corona Di Asrama Pekerja Migran Singapura

JUMAT, 10 APRIL 2020 | 06:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Singapura melaporkan adanya kasus baru pada Kamis (9/4) yang berasal dari asrama migran. Lonjakan itu cukup tinggi, hampir 70 persen dari jumlah pekerja migran di asrama itu.

Ini menjadi hal yang menakutkan untuk pekerja migran di Singapura. Kondisi srama yang sempit, tidak besih, dan selalu berdesakan, membuyarkan program Physical distancing yang digaungkan pemerintah. Menjaga jarak itu sesuatu yang sangat mustahil.

Seorang pekerja mengatakan, tandar kebersihan asrama yang dia tempati terbilang buruk. Selain itu, para pekerja terpaksa menggunakan tempat memasak dan kamar mandi bersama-sama, melansir AFP, Kamis (9/4).


“Kami tahu karakter virus itu seperti apa, bagaimana ia menyebar. Jadi, jika kondisi kehidupan seperti di asrama ini terus berlanjut, saya sangat khawatir,” ujarnya.

Pemerintah mulai mengarantina empat kompleks asrama besar pada pekan ini, yang menampung puluhan ribu buruh asal Asia Selatan. Sejauh ini, lebih dari 200 kasus infeksi corona telah terdeteksi di asrama itu.

Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong, yang mengepalai gugus tugas multi-menteri yang dibentuk untuk menangani virus ini, mengatakan penting untuk mengetahui bahwa Singapura kini menghadapi dua bidang infeksi yang terpisah.

“Ada satu yang terjadi di asrama pekerja asing, di mana jumlahnya meningkat tajam. Dan ada satu lagi pada populasi umum, di mana jumlahnya lebih stabil untuk saat ini,” katanya, melansir South China Morning Post, Kamis (9/4).

“Mengapa kita membutuhkan strategi yang berbeda. Strategi khusus untuk asrama pekerja asing kita karena ada penyebaran virus yang lebih besar di asrama-asrama ini, dan ada juga tingkat penularan yang lebih tinggi, mengingat banyaknya pekerja yang tinggal di tempat yang berdesakan.”

Dalam dua minggu lonjakan angka kasus terjadi. Tercatat ada 1.910 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di Singapura, hingga Kamis (9/4).

Dari jumlah tersebut, 884 masih di rumah sakit dan 29 dalam perawatan intensif.  Angka kasus kematian mencapai 6 orang dan angka penyembuhan mencapai 314 orang.

Empat asrama, S11 di Punggol, Westlite Toh Guan, Asrama Toh Guan dan Sungei Tengah Lodge, telah dikunci setelah lonjakan infeksi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya