Salah Satu Asrama Buruh Migran di Sinapura/Net
Singapura melaporkan adanya kasus baru pada Kamis (9/4) yang berasal dari asrama migran. Lonjakan itu cukup tinggi, hampir 70 persen dari jumlah pekerja migran di asrama itu.
Ini menjadi hal yang menakutkan untuk pekerja migran di Singapura. Kondisi srama yang sempit, tidak besih, dan selalu berdesakan, membuyarkan program Physical distancing yang digaungkan pemerintah. Menjaga jarak itu sesuatu yang sangat mustahil.
Seorang pekerja mengatakan, tandar kebersihan asrama yang dia tempati terbilang buruk. Selain itu, para pekerja terpaksa menggunakan tempat memasak dan kamar mandi bersama-sama, melansir AFP, Kamis (9/4).
“Kami tahu karakter virus itu seperti apa, bagaimana ia menyebar. Jadi, jika kondisi kehidupan seperti di asrama ini terus berlanjut, saya sangat khawatir,†ujarnya.
Pemerintah mulai mengarantina empat kompleks asrama besar pada pekan ini, yang menampung puluhan ribu buruh asal Asia Selatan. Sejauh ini, lebih dari 200 kasus infeksi corona telah terdeteksi di asrama itu.
Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong, yang mengepalai gugus tugas multi-menteri yang dibentuk untuk menangani virus ini, mengatakan penting untuk mengetahui bahwa Singapura kini menghadapi dua bidang infeksi yang terpisah.
“Ada satu yang terjadi di asrama pekerja asing, di mana jumlahnya meningkat tajam. Dan ada satu lagi pada populasi umum, di mana jumlahnya lebih stabil untuk saat ini,†katanya, melansir
South China Morning Post, Kamis (9/4).
“Mengapa kita membutuhkan strategi yang berbeda. Strategi khusus untuk asrama pekerja asing kita karena ada penyebaran virus yang lebih besar di asrama-asrama ini, dan ada juga tingkat penularan yang lebih tinggi, mengingat banyaknya pekerja yang tinggal di tempat yang berdesakan.â€
Dalam dua minggu lonjakan angka kasus terjadi. Tercatat ada 1.910 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di Singapura, hingga Kamis (9/4).
Dari jumlah tersebut, 884 masih di rumah sakit dan 29 dalam perawatan intensif. Angka kasus kematian mencapai 6 orang dan angka penyembuhan mencapai 314 orang.
Empat asrama, S11 di Punggol, Westlite Toh Guan, Asrama Toh Guan dan Sungei Tengah Lodge, telah dikunci setelah lonjakan infeksi.