Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Sayang Keluarga, Laki-laki Ini Berjalan Kaki Ratusan Kilo Meter Hindari Penularan Covid-19

KAMIS, 09 APRIL 2020 | 10:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Alixson Mangundok (34) warga Malaysia, begitu khawatir ia tertular virus corona, dan sebaliknya khawatir ia menjadi pembawa virus tersebut.

Maka, ia pun memilih menempuh perjalanan sejauh 120 km, dari Kinabalu ke rumahnya di Marudu. Ia khawatir dirinya terinfeksi virus corona dan bisa menularkan kepada orang lain jika menggunakan transportasi umum atau dijemput keluarga.

Mangundok baru saja selesai dari pekerjaannya di Jepang dan pulang ke Malaysia pada 25 Maret lalu. Saat tiba di Malaysia, dia melakukan pengecekan kesehatan. Hasilnya dia bebas dari gejala virus apa pun.


“Setelah tiba di Bandara Internasional Kota Kinabalu, saya diperiksa dan meskipun petugas kesehatan mengatakan saya baik-baik saja dan tidak menunjukkan gejala virus, saya masih diminta pergi ke Rumah Sakit Queen Elizabeth untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh,” kata Mangundok, mengutip The Star, Rabu (8/4).

Hasil pemeriksaan di rumah sakit, dokter melaporkan ia sehat dan bisa menjalani karantina mandiri di rumah. Mangundok tidak perlu mendatangi pusat karantina milik pemerintah sambil menunggu hasil tes Covid-19.

Jarak 120 km itu ditempuhnya dengan berjalan kaki selama 3 hari. Ia tidak sendirian. Ada seekor anjing yang diadopsi di perjalanan.

Kerabat sebenarnya sudah menjemput di bandara, tetapi Mangundok harus melalui tes pemeriksaan. Kerabat itu itu kembali pulang dengan membawa tas-tas besar milik mangundok.

"Untuk menghindari risiko bagi siapa pun, saya memutuskan berjalan kaki ke Kota Marudu karena saya terbiasa berjalan kaki berkilo-kilometer jauhnya dengan berburu dan bertani, " ujarnya.

Sebelum memulai perjalanan, Mangundok makan siang dan membeli dua botol air mineral di rumah sakit.

Sementara anjing yang bersamanya itu ditemukannya di jalan saat dia melintasi kompleks makam.

"Saya kira anjing itu hanya mengikuti saya. Tapi dia tetap bersama di sepanjang perjalanan. Itu sebabnya saya memutuskan untuk mengadopsi Hachiko," kata Mangundok.

Selama perjalanan panjang itu keduanya diterpa hujan panas dan angin.

"Ada polisi dan pasukan keamanan yang saya temui di perjalanan. Mereka menanyakan ke mana saya akan pergi. Saya bilang akan ke Kota Marudu, mereka pikir saya bercanda," tuturnya.

Untuk meyakinkan petugas, Mangundok menunjukkan paspor dan surat-surat dari rumah sakit sebagai bukti.

"Mereka juga menawarkan bantuan saya naik kendaraan tapi saya menolak. Saya tidak ingin membuat risiko kesehatan bagi siapa pun."

Setibanya di Kota Marudu, Mangundok menjalani karantina mandiri di pondok sewaan sambil tetap memeriksakan kesehatan. Pemeriksaan pertama pada 7 April kemarin menunjukkan hasil memuaskan. Dia masih menunggu hasil tes kedua untuk lebih memastikan.

"Saya tidak akan istirahat dan tidak akan bertemu keluarga sampai rumah sakit memberi saya konfirmasi bahwa saya bebas dari virus ini. Untuk saat ini, Hachiko dan saya menghabiskan waktu bersama di pondok," kata Mangundok.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya