Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Publika

Masih Mampukah Presiden?

SELASA, 07 APRIL 2020 | 13:19 WIB

ADA berita Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, yang dinilai "tak becus" menangani masalah kenegaraan khususnya wabah corona, maka publik kecewa dan Angkata Bersenjata mengambil langkah dengan mengangkat Jenderal Walter Braga Netto sebagai "Presiden Operasional". Bolsonaro dianggap tak mampu mengatasi krisis wabah dengan efektif. Kini posisinya hanya sebagai raja tanpa kekuasaan. Keputusannya tidak didengar, termasuk oleh Angkatan Bersenjata.

Di Indonesia tingkat kekecewaan publik juga terasa, terutama melihat kebijakan yang membingungkan. Benturan sikap dengan Gubernur DKI yang disebut sebagai episentrum pandemik. Begitu juga dengan daerah lain  yang lebih cenderung untuk menetapkan pola "menutup wilayah". Social distancing ataupun phisical distancing dinilai tak cukup efektif tanpa "lockdown" atau penutupan wilayah.

Sementara Pemerintah Pusat semakin tak jelas kebijakannya. Menolak penutupan wilayah dengan opsi Pola Pembatasan Sosial Berskala Besar. Alih-alih Peraturan Pemerintah yang semestinya cepat dikeluarkan, justru Perppu kontroversial yang diumumkan. Perppu No 1 tahun 2020 yang mendorong pemerintahan semakin otoriter dan membuka peluang korupsi.


Koordinasi Presiden dengan para menteri tampaknya juga kurang bagus. Ada Menteri yang luar biasa dominan, sedang yang lainnya nyaris tak terdengar. Baik kebijakan maupun perannya. "Stay at home" atau "work from home" mungkin.

Bagi rakyat cara seperti ini tentu tak memadai. Dibutuhkan arahan yang cepat, pasti, dan terukur karena fakta di lapangan korban terus berjatuhan.

Jurubicara Pemerintah belepotan dan tidak satu komando. Menkes bilang Jubir salah persepsi soal orang miskin penular penyakit.

Bantah membantah pun terjadi. Fadjroel diklarifikasi Pratikno. Sementara Menteri Yasonna diluruskan Menko Mahfud. Menko Luhut buat masalah dengan Said Didu. Faisal Basri menyebut Luhut lebih berbahaya daripada virus corona.

Presiden tak jelas arahan. Pidato soal Darurat Sipil diserang habis. Janji bebas cicilan setahun berbenturan dengan kepentingan perbankan atau lembaga keuangan termasuk perusahaan leasing.

BPJS tidak juga diturunkan sebagaimana Putusan Mahkamah Agung. Janji soal tarif listrik masih mengawang-awang. Janji baru soal perumahan muncul juga. Namun semua itu dalam posisi wibawa rendah dan kepercayaan publik yang merosot tajam.

Hanya memang ini negara Indonesia, bukan sebagaimana Brazilia. Elemen negara dan mungkin rakyat memiliki tingkat kesabaran dan toleransi tinggi. Masih saling menghormati dan menghargai. Menjaga kondusivitas dan stabilitas. Virus corona tetap menjadi tantangan prioritas bersama. Walau disinyalir ada pihak yang selalu "mencari kesempatan dalam kesempitan".

Presiden harus tampil untuk menunjukkan kinerja prima. Koreksi penampilan lama yang lambat, bimbang, serta dominan pencitraan. Saatnya serius singsingkan lengan baju untuk kerja, kerja, dan kerja. Koordinasi lebih bagus. Tidak me-lockdown diri dan "klik"nya.

Atau sebenarnya ada kondisi yang sebenarnya publik tidak tahu bahwa Presiden sesungguhnya sudah lelah atau menyerah? Menkeu Sri Mulyani mengkhawatirkan dampak krisis ekonomi lebih dari yang terjadi tahun 1998.

Perlu kejelasan hal seserius ini karena menyangkut kepemimpinan nasional kita bersama.

Masih mampukah Presiden?

M Rizal Fadillah

Pemerhati Publik

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya