Berita

Presiden Filipina Rodrigo Duterte/Net

Dunia

Filipina Perpanjang Lockdown, Duterte Anggarkan Lebih Banyak Lagi Dana Bantuan

SELASA, 07 APRIL 2020 | 07:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Filipina memperpanjang masa penutupan wilayahnya hingga 30 April dan memperluas lagi wilayah yang ditutup di Pulau Luzon, pulau utama terbesar di negara itu,  

Dalam pidatonya pada Senin (6/4) malam waktu setempat, Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyampaikan akan mempertimbangkan menambah anggaran menjadi 4,1 triliun peso (sekitar USD 80,8 miliar) tahun ini untuk bantuan penanganan virus corona, melansir Bloomberg, Selasa (7/4).

Anggaran itu akan menutupi anggaran sebelumnya sebesar 200 milliar peso, yang dirasa sangat tidak cukup, yang dicadangkan untuk membantu keluarga miskin dan mereka yang kehilangan pekerjaan akibat lockdown.


Duterte juga menyerukan kepada para pejabat untuk mengerahkan dana bantuan untuk orang-orang yang sangat membutuhkan semasa pemberlakuan lockdown.  
 
"Ekonomi tidak bergerak, itu benar-benat macet," kata Duterte.

Badan Perencanaan Ekonomi sebelumnya mengatakan bahwa perkiraan pertumbuhan ekonomi Filipina dalam setahun belakangan mengalami kontraksi sebesar 0,6 persen.

Untuk mendukung perekonomian, bank sentral bulan lalu memangkas suku bunga utamanya sebesar 50 basis poin dan mengurangi rasio cadangan bank menjadi 12 persen. Sentral Bangko ng Pilipinas juga akan membeli utang pemerintah senilai 300 miliar peso.

Kongres juga akan mendukung upaya Duterte dengan memberi bantuan anggaran untuk penanganan virus corona dengan penyediaan paket stimulus ekonomi yang saat ini dibuat untuk mendukung bisnis Filipina.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya