Berita

Lisda Hendrajoni/Net

Politik

Cemas, Legislator Nasdem Minta Pemerintah Konsentrasi Atasi Covid-19

SABTU, 04 APRIL 2020 | 08:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Lisda Hendrajoni mengaku cemas lantaran lambannya pemerintah menanggulangi Covid-19.

Lambannya penanganan pemerintah itu terlihat dari penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas kesehatan dan kurangnya rumah sakit rujukan korban dari virus corona.

"Akibat lambannya tindakan pemerintah tersebut membuat masyarakat yang terjangkiti oleh virus tersebut belum tertangani secara maksimal," kata Lisda, Sabtu (4/4).


"Saya selalu memantau perkembangan penanggulangan Covid-19 ini. Saya lihat masih kurangnya masker, rapid test dan APD bagi petugas kesehatan. Jika barang itu belum juga sampai ke rumah sakit-rumah sakit rujukan tentu kita sulit menanggulangi kondisi ini," tambahnya.

Selain itu, sambung Lisda, masih kurangnya rumah sakit rujukan untuk korban Covid-19. Khususnya bagi daerah-daerah yang menjadi zona merah. Sehingga penanganan dan perawatan bagi pasien mulai dari status ODP, PDP hingga yang terinfeksi menjadi sangat lamban.

"Kita minta pemerintah untuk berkonsentrasi penuh mengatasi masalah ini dengan penanganan yang cepat dan maksimal. Karena saya lihat penularan terus terjadi dan yang terinfeksi terus meningkat," ujar anggota Komisi VIII ini.

Lisda yang merupakan mantan pramugari mengaku risau melihat perkembangan kasus corona beberapa hari terakhir, karena belum juga tampak titik terang.

Dia sedikit cemas apabila pemerintah tidak bergerak cepat, maka kondisi Indonesia akan sama dengan terjadi di negara-negara Eropa yang saat ini kewalahan menghadapi pandemik Covid 19.

"Jangan sampai kita seperti Italia karena lalai dan tidak mengantipasi dengan cepat penularan dan penanganan virus ini. InsyaAllah kita bisa keluar dari situasi sulit ini," tutup Lisda yang juga ketua PKK Kabupaten Pesisir Selatan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya