Berita

Ilustrasi/Net

Muhammad Najib

Dunia Politik Sebagai Salah Satu Indikator Kemajuan Peradaban Bangsa

JUMAT, 27 MARET 2020 | 13:49 WIB | OLEH: DR. MUHAMMAD NAJIB

PERADABAN menurut KBBI adalah kemajuan lahir dan bathin dari bangsa-bangsa di dunia atau hal yang menyangkut sopan santun, budi bahasa, dan kebudayaan suatu bangsa.

Sedangkan peradaban menurut ilmuwan ada banyak definisi, karena itu dipilah yang relevan dengan kajian kali ini. Menurut Bierens De Hann, peradaban adalah seluruh kehidupan sosial, ekonomi, politik, juga teknik.

Definisi politik yang paling klasik dirumuskan oleh ilmuwan sekaligus filosof Yunani kuno bernama Aristoteles yang menyatakan bahwa politik merupakan usaha yang dijalankan oleh warga negara yang bertujuan untuk mewujudkan kebaikan bersama.


Sejalan dengan perkembangan zaman, maka definisi politik ikut berkembang. Jika disimpulkan dari banyak definisi yang dirumuskan para ilmuwan politik, maka politik berkaitan dengan persaingan untuk meraih kekuasaan dan bagaimana mengelola kekuasaan untuk kemaslahatan bersama.

Dengan menggunakan paradigma di atas, maka sebuah negara dapat masuk dalam salah satu dari empat kategori:

Pertama, negara yang proses pemilihan pemimpinnya baik diikuti oleh pengelolaan negaranya yang baik pula.

Kedua, negara yang proses pemilihan pemimpinnya tidak baik, tapi dalam pengelolaan negaranya baik.

Ketiga, negara yang proses pemilihan pemimpinnya baik, akan tetapi dalam pengelolaan negaranya tidak baik.

Keempat, negara yang proses pemilihan pemimpinnya buruk, diikuti oleh pengelolaan negara yang buruk pula.

Negara-negara muslim sampai saat ini hanya berada dalam kategori kedua sampai keempat, dengan posisi terbanyak pada posisi keempat. Sedangkan posisi pertama diduduki oleh negara-negara non muslim.

Seorang gurubesar ilmu politik dan bisnis internasional di George Washington University, AS, yang beragama Islam bernama Profesor Askari, mencoba menggunakan variabel-viariabel Islam dalam masalah proses pemilihan pemimpin dan pengelolaan negara.

Kemudian bersama Professor Scheherazade S. Rehman membuat daftar negara-negara untuk melihat peringkatnya. Hasil penelitiannya telah dipublikasikan oleh Global Ekonomi Journal.

Ternyata yang berada di peringkat teratas yang dalam bahasa Askari disebutnya sebagai negara-negara paling Islami berturut-turut: Irlandia, Denmark, Luksemburg, dan Selandia Baru.

Negara-negara lain yang juga dipuji Askari antara lain: Swedia, Singapura, Finlandia, Norwegia, dan Belgia.

Dari daftar ini tidak satupun negara muslim yang masuk 25 besar. Malaysia yang paling tinggi hanya menduduki peringkat ke-33, Kuwait di peringkat ke-48, sedangkan Arab Saudi hanya menduduki posisi ke-91 dari 208 negara yang diteliti.

Dengan bahasa lain yang lebih universal, apa yang dilakukan Profesor Askari tidak ubahnya sebagai ikhtiar dalam membuat penilaian terhadap tingkat kemajuan peradaban bangsa-bangsa di dunia.

Bagimana posisi Indonesia? Silahkan dilihat peringkatnya. Kita boleh setuju atau menolak hasil penelitian Askari. Saya meyakini bila peneliti lain melakukan hal yang serupa, maka hasilnya tidak akan jauh berbeda. Wallahua'lam.

Penulis adalah pengamat politik Islam dan demokrasi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya