Berita

Rumah Sakit Darurat Corona di China/Net

Dunia

China Menghadapi Gugatan Class Action Dari Florida Atas Pandemi Virus Corona

KAMIS, 26 MARET 2020 | 06:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kantor berita hukum yang berbasis di Boca Raton, Florida, mengajukan gugatan class-action kepada China.

Mereka menyatakan China harus membayar atas apa yang telah mereka lakukan sehingga wabah virus corona menyebar dan menelan korban di seluruh dunia.

"Kami menuntut China karena lalai dalam menangani wabah Covid-19,” ujar mereka.


Penggugat yang mengatasnamakan  pemilik bisnis di Amerika Serikat dan Negara Bagian Florida, mengajukan gugatan terhadap China dan berbagai lembaga pemerintah China, untuk kerusakan yang diderita akibat Coronavirus pandemi.

Dalam pernyataannya, penggugat menyampaikan bahwa China tahu bahwa Covid-19 berbahaya dan mampu menyebabkan pandemic, tetapi China tidak segera melakukan pencegahan. China segaja menutupinya demi kepentingan ekonomi.

"Ini adalah usaha melawan negara adikuasa dunia yang memiliki kemampuan untuk membayar atas apa yang telah mereka lakukan," ujar Jeremy Alters, kepala strategi dan juru bicara non-pengacara untuk Berman Law Group, yang mendukung gugatan itu, melansir Fox News.

"Mereka punya uang untuk membayar apa yang telah mereka lakukan, dan kita semua harus bersama-sama membuat China membayar atas apa yang telah mereka lakukan," katanya.

Tuntutan tersebut tidak menyebutkan berapa jumlah yang harus dibayar China kepada mereka sebagai ganti rugi. Alters mengungkapkan, bisa saja pihaknya mendapatkan puluhan triliun dari negara komunis itu, tetapi Alters menegaskan bukan hanya itu yang mereka inginnya.

"Kami ingin pengadilan membuat mereka membayar atas apa yang telah mereka lakukan," kata Alters.

"Mereka telah membuat pandemic besar di seluruh dunia. Mereka tahu tentang hal itu jauh sebelum mereka memberikan informasi tersebut kepada seluruh dunia. Kami ingin pengadilan memutuskan, 'China, Anda akan diminta  bertanggung jawab di pengadilan ini karena Anda telah melukai ratusan juta orang Amerika," lanjut Alters.

Dalam gugatan itu, segala informasi mengenai virus corona didukung  dokumen-dokumen ringan dan informasi lain, akan membuat China layak untuk diadili.  

Sepertinya China akan menghadapi banyak permasalahan atas gugatan-gugatan yang berdatangan dari Amerika. Gugatan dari Alters dan kelompoknya itu bukan satu-satunya. Organisasi sayap kanan yang bermarkas di DC, Freedom Watch, mengajukan gugatan 20 triliun dolar AS di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara Texas, atas tuduhan China menciptakan coronavirus sebagai bioweapon.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya