Berita

Dr. Linda Quick/Net

Dunia

Reuters: Sebelum Wabah Corona Muncul, AS Tarik Utusan Pakar Kesehatannya Dari China

RABU, 25 MARET 2020 | 09:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah fakta menarik muncul dari laporan media berbasis di Inggris, Reuters.

Dari sebuah laporan Reuters yang dirilis pada Selasa (24/3), beberapa bulan sebelum pandemik corona atau Covid-19 muncul, Amerika Serikat (AS) ternyata menarik utusan pakar kesehatan masyarakatnya dari China.

Pakar penyakit AS itu adalah seorang ahli epidemiologi medis yang seharusnya tergabung dalam badan kontrol penyakit China untuk ikut membantu mendeteksi wabah yang kerap kali muncul di sana.


Namanya adalah Dr. Linda Quick. Ia meninggalkan China pada Juli 2019 atau ketika hubungan AS dan China sedang panas-panasnya akibat perang dagang.

Itu juga berarti berselang beberapa bulan dari munculnya wabah yang saat ini dipercayai sudah terjadi sejak November.

Alhasil, keputusan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menarik Quick menjadi kritikan saat ini.

"Sangat memilukan. Jika seseorang ada di sana, pejabat dan pemerintahan di sleuruh dunia bisa bergerak lebih cepat," ujar seorang Tionghoa-Amerika yang ikut bertugas dalam tim Quick yang didanai oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Bao-Ping Zhu.

Zhu dan sumber-sumber lain mengatakan Quick, adalah seorang pelatih ahli epidemiologi lapangan Cina yang ditugaskan ke pusat penyebaran untuk membantu melacak, menyelidiki dan mengandung penyakit.

Sebagai seorang karyawan CDC AS, kata mereka, Quick berada dalam posisi yang ideal untuk menjadi mata dan telinga bagi AS dan negara-negara lain tentang wabah corona dan mungkin telah mengingatkan mereka akan ancaman yang berkembang beberapa minggu sebelumnya.

Zhu juga dikenal menjalin hubungan yang dekat dengan para ahli di China. Ia juga sering mengetahui suatu wabah lebih awal sehingga bisa memberikan informasi real-time pada AS dan pejabat-pejabat di seluruh dunia.

Sejak Quick meninggalkan China, tidak ada ahli penyakit asing yang ditempatkan di sana.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya