Berita

Ahmad Dhani/Net

Nusantara

Ahmad Dhani: Covid-19 Untuk Mengontrol Manusia Sedunia

MINGGU, 22 MARET 2020 | 23:20 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Musisi Ahmad Dhani ikut mengomentari penyebaran virus corona baru atau Covid-19 yang telah menjadi pandemi dan meresahkan seluruh dunia. Komentarnya disusun dalam bentuk tanya-jawab, sepintas seperti bait-bait lagu.

Ahmad Dhani curiga, virus yang menyebar dari Wuhan, Hubei, Republik Rakyat China, itu diciptakan pihak tertentu dengan maksud mengendalikan dunia.  

Menurut Ahmad Dhani, satu-satunya cara mengendalikan virus itu adalah dengan menginjeksikan vaksin anti virus.


Adapun vaksin anti Covid-19 itu, dia curiga, diciptakan oleh yang membuat Covid-19.

Ahmad Dhani menduga vaksin untuk menangkal Covid-19 akan diinjeksikan secara paksa ke tubuh manusia.

"Ada serum-enzim-data lain selain anti Covid-19 yang akan diinjeksi ke tubuh manusia sedunia. Sehingga yang punya vaksin bisa mengontrol manusia yang divaksin," ujarnya.

Menurutnya rakyat Indonesia tidak bisa menolak vaksin itu.

"Pemerintah Indonesia tunduk pada WHO. Rakyat tunduk pada pemerintah Indonesia. Yang tidak mau divaksin dianggap melawan hukum," demikian Ahmad Dhani.

Sementara itu, hingga hari ini, Minggu (22/3), Covid-19 telah menewaskan 48 orang di Indonesia.

Pemerintah Pusat tengah mempersiapkan Wisma Atlet di Kemayoran sebagai rumah sakit khusus untuk pasien Covid-19. Adapun Pemerintah DKI Jakarta akan memberlakukan pembatasan alat transportasi publik. Perkantoran juga diminta untuk tutup dan karyawan sebisa mungkin bekerja dari rumah.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya