Berita

Tentara Kroasia membersihkan puing-puing pasca gempa/Reuters

Dunia

Gempa Bumi Di Tengah Pandemi, Kroasia Kerahkan Tentara Untuk Berbenah

MINGGU, 22 MARET 2020 | 21:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sudah jatuh, tertimpa tangga. Peribahasa tersebut agaknya menggambarkan apa yang sedang dialami oleh Kroasia saat ini. Negara tersebut menghadapi bencana gempa bumi di tengah pandemi virus corona akhir pekan ini.

Pusat Seismologi Eropa-Mediterania mengatakan, seperti dilansir The Guardian, gempa berkekuatan 5,3 skala richter mengguncang wilayah utara ibukota Zagreb pada Minggu (22/3) pukul 6.23 pagi waktu setempat. Pusat gempa berada 7 km di utara ibukota pada kedalaman 10 km.

Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovic mengatakan, gempa bumi itu adalah yang terbesar di Zagreb dalam 140 tahun terakhir.


Banyak bangunan di ibu kota yang retak dan dinding dan atap rumah rusak. Jalan-jalan di pusat kota pun dipenuhi puing-puing.

Pemerintah Kroasia pun segera mengirim tentara untuk membersihkan puing-puing di Zagreb. Pihak berwenang mengatakan kepada warga sekitar, meski baru diguncang gempa, warga diharuskan untuk tetap menjaga jarak sosial demi mengerem penularan virus corona atau Covid-19.

Kementerian Pertahanan Kroasia dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa para tentara tersebut segera melakukan pembersihan puing-puing jalan-jalan kota. Sebagian pasukan lainnya juga dikerahkan untuk membantu pasien di rumah sakit utama kota.

Pemerintah Kroasia sendiri sebelumnya diketahui telah mendorong warganya untuk melakukan karantina mandiri untuk memperlambat penyebaran virus corona. Karena itulah, pada saat gempa terjadi, banyak orang yang berada di dalam rumah mereka.

Sempat ada kesalahpahaman pasca gempa terjadi. Kepala layanan darurat Zagreb, Pavle Kalnic, meminta warga untuk membantu tetangga mereka yang lebih tua pasca gempa.

Namun tidak lama setelah itu, pemerintah Kroasia kemudian memberikan instruksi yang berlawanan, dengan meminta warga untuk menjaga jarak antara satu sama lain.

"Sekali lagi kami menekankan pentingnya menjaga jarak (dari satu sama lain) dan mengikuti aturan melawan Covid-19," kata Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovic, seperti dimuat Russia Today.

Plenkovic mengakui bahwa situasi yang terjadi saat ini rumit.

"Situasinya bertentangan, kami mengundang orang untuk tinggal di rumah untuk menghindari penyebaran virus corona, dan sekarang kami menyarankan mereka untuk meninggalkan rumah mereka," kata Plenkovic.
Di negara balkan tersebut diketahui hingga Minggu (22/3), tercatat ada 235 kasus infeksi virus corona dengan 1 kematian.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

UPDATE

OTT Tak Berarti Apa-apa Jika KPK Tak Bernyali Usut Jokowi

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:17

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00

Jokowi Tak Pernah Berniat Mengabdi untuk Bangsa dan Negara

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:51

Integrasi Transportasi Dikebut Menuju Jakarta Bebas Macet

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:25

Lebih Dekat pada Dugaan Palsu daripada Asli

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:18

PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10

Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:24

Pertemuan Kapolri dan Presiden Tak Bahas Reshuffle

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:21

Amien Rais Tantang Prabowo Copot Kapolri Listyo

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:10

PDIP Rawat Warisan Ideologis Fatmawati

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:07

Selengkapnya