Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyaksikan penandatanganan MoU Kartu Prakerja/RMOL

Bisnis

Disaksikan Airlangga Hartarto Dan Moeldoko, Nota Kesepahaman Kartu Prakerja Telah Ditandatangani

JUMAT, 20 MARET 2020 | 21:42 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Nota Kesepahaman dengan mitra Kartu Prakerja telah ditandatangani dan situs resmi Kartu Prakerja telah diluncurkan, Jumat siang tadi (20/3).

Adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang menghadiri kegiatan itu di Gedung Ali Wardhana, Kantor Kemenko Perekonomian RI di Jakarta.

Setelah resmi diluncurkan, situs Kartu Prakerja dapat diakses di seluruh Indonesia. Di tengah imbauan pemerintah untuk terus melakukan social distancing saat ini, Kartu Prakerja diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang secara ekonomi terdampak oleh Covid-19.


Terutama untuk membuka peluang bekerja, meningkatkan keterampilan melalui berbagai jenis pelatihan secara daring (online), dengan opsi jenis pelatihan sesuai minat masing-masing.

Dalam keterangan yang diterima redaksi disebutkan bahwa skema Kartu Prakerja ini sangat mudah untuk diikuti.

Setiap WNI yang berusia di atas 18 tahun dapat mendaftarkan diri secara online di situs Kartu Prakerja (www.prakerja.go.id ). Pendaftar dapat memilih jenis pelatihan melalui platform digital mitra resmi pemerintah.

Diharapkan program Kartu Prakerja bisa mengurangi jumlah pengangguran di tanah air. Melalui program ini, pemerintah memberikan bantuan biaya pelatihan hingga Rp 7 juta per peserta sekali seumur hidup. Untuk 2020, pemerintah menyiapkan anggaran Rp10 triliun untuk sekitar 2 juta penerima.

Komite Cipta Kerja juga telah membentuk Project Management Office (PMO) yang bertugas untuk mengelola berjalannya program Kartu Prakerja ini. Dalam pelaksanaannya, Komite Cipta Kerja akan mengawasi PMO dan memastikan program ini berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah, dengan sudah diluncurkannya Kartu Prakerja ini, kita berharap program ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Tujuannya agar ke depan agar masyarakat memiliki akses terhadap kesejahteraan dan pekerjaan, kompetensi pekerja dan pencari kerja dapat meningkat signifikan, dan pada akhirnya mampu mendorong perekonomian Indonesia menjadi lebih maju,” demikian keterangan itu.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Selat Hormuz dan Senjata Geopolitik Iran

Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:40

Gabah Petani Terdampak Banjir di Grobogan Tetap Dibeli Bulog

Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:25

MBG Dikritik dan Dicintai

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:59

Sambut Kedatangan Prabowo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:50

Tourism Malaysia Gaet Media dan Influencer ASEAN Promosikan Wisata Ramadan

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:44

Kader Golkar Cirebon Diminta Sukseskan Seluruh Program Pemerintah

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:21

Kritik Mahasiswa dan Dinamika Konsolidasi Kekuasaan

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:55

Wacana Impor 105 Ribu Pikap India Ancam Industri Dalam Negeri

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:33

Insan Intelijen TNI Dituntut Adaptif Hadapi Dinamika Geopolitik

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:13

Genjot Ekonomi Rakyat, Setiap SPPG Terima Rp500 Juta untuk 12 Hari

Sabtu, 28 Februari 2026 | 02:45

Selengkapnya