Berita

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga/RMOLJabar

Nusantara

Di Tengah Wabah Corona, Industri Pertanian Di Garut Justru Mendapat Berkah

SELASA, 17 MARET 2020 | 14:43 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

 Wabah virus corona baru (Covid-19) di Indonesia tak selamanya membawa pengaruh negatif bagi sektor industri. Di Kabupaten Garut misalnya, sejumlah industri pertanian justru merasakan dampak positif dari wabah yang sudah menyerang lebih dari 100 orang di Indonesia ini.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Garut, Beni Yoga mengklaim, sejak ramainya virus corona, industri pertanian di wilayahnya mengalami peningkatan. Pasalnya, daerah lain yang biasanya mengimpor sayur dari luar negeri beralih mengambil dari dalam negeri.

“Sebenarnya dengan ada wabah ini (corona), pertanian kita diuntungkan. Karena beberapa provinsi yang tadinya impor dari China, sekarang permintaan beralih ke kita,” kata Beni, Selasa (17/3).


Ia mencontohkan, Batam yang biasanya mengimpor beberapa jenis sayuran dari China, saat ini meminta ke Kabupaten Garut. Selain itu, peningkatan permintaan juga datang dari wilayah Sumatra dan Kalimantan.

“Peningkatan permintaan terjadi sejak dua pekan ke belakang, terutama dari Batam. Jadi ada peluang pasar yang lebih terbuka,” kata dia, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Meski stok pertanian banyak dikirim keluar daerah, Beni memastikan ketersediaan untuk wilayah Kabupaten Garut masih aman. Dirinya menyebut, stok beras, sayur, dan buah, untuk kebutuhan lokal sampai menjelang lebaran masih akan mencukupi.

Akan tetapi, keran impor akan tetap dibuka. Khususnya komoditas bawang putih. Pasalnya, produksi bawang putih dari dalam negeri belum sesuai ekspketasi.

“Itu (impor) mungkin akan sedikit terganggu karena aturan lebih ketat. Tapi insyaAllah masih aman,” tutupnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya