Berita

Wahidin Halim mengaku tidak mudah lakukan Lockdown/Repro

Nusantara

Belum Pertimbangkan Lakukan Lockdown, Begini Alasan Gubernur Banten

SELASA, 17 MARET 2020 | 10:19 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH), belum berani mengambil kebijakan melakukan Lockdown atau menutup akses total di Banten dalam mengatasi penyebaran virus korona atau Covid-19.

Banyak hal menjadi pertimbangan untuk melakukan Lockdown. Karena kebijakan itu berpotensi memengaruhi berbagai aspek sosial dan ekonomi.

"Kalau Lockdown ada pertimbangan-pertimbangan khusus, tidak sederhana,” kata WH kepada wartawan usai memimpin rapat kejadian luar biasa (KLB) virus corona di Pendopo KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (16/3).


Pertimbangan Lockdown, kata WH, harus dipikirkan secara matang. Diperlukan kebijakan cermat, baik secara langsung atau tidak langsung dan dilihat dari berbagai sektor.

Selain itu, dalam prosesnya juga harus terlebih dahulu dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.

"Karena ini menyangkut ekonomi, menyangkut inflasi, menyangkut interaksi sosial. Tentunya boleh kita analisis, tapi perlu kita laporkan ke pemerintah,” tambahnya, dikutip Kantor Berita RMOLBanten.

Pertimbangan lainnya, lanjut WH, sejumlah daerah di Provinsi Banten saat ini menjadi penyuplai bahan pokok ke daerah lain, terutama DKI Jakarta. Kemudian juga banyak warga Banten yang bekerja di ibukota negara.

"Kita lihat aktivitas sosial masyarakat Banten yang dari Lebak saja hampir tiap hari ke Jakarta, sebaliknya dari Jakarta pulang ke Serang, ke Lebak, dan daerah lain,” terang WH.

Meski belum menjadi kebijakan, pihaknya tetap akan membahasnya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pembahasan akan dilakukan untuk mengukur layak atau tidaknya Pemprov Banten untuk memberlakukan Lockdown.

"Karena ini (pemberlakukan Lockdown, red) memerlukan TNI, memerlukan polisi, dan sebagainya. Ini menjadi pertimbangan terakhir. Masih kita bicarakan, kalau itu tidak gampang. Ini bagaimana nanti kita rapatkan dengan teman-teman di forum," jelas dia.

Untuk saat ini, pihaknya melakukan sejumlah persiapan langkah-langkah pro aktif bersama bupati dan walikota.

"Kita sudah melakukan pemantauan, kita sekarang bersama dengan Forkopimda melakukan langkah-langkah berikutnya. Mengantisipasi jangan sampai nanti penyakit ini akan terus berkembang,” tandasnya.

Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Walikota Serang Syafrudin, Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban, Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Wakil Walikota Tangerang Sachrudin, Wakapolda Banten Brigjen Tomex Korniawan, hingga pimpinan lembaga vertikal serta instansi terkait penanganan virus korona.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya