Berita

Taufik Basari/Net

Politik

Tak Lepas Dari Ancaman Wabah Corona, Napi Di Lapas Juga Butuh Perhatian Pemerintah

SENIN, 16 MARET 2020 | 14:27 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Nasdem, Taufik Basari, meminta pemerintah untuk memperhatikan warga binaan dari ancaman virus Corona atau Covid-19.

"Kita tahu, warga binaan memiliki akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Mengingat Lapas di Indonesia mengalami masalah over crowding dan persebaran Covid-19 sangat cepat, maka jika kesehatan warga binaan tidak menjadi perhatian Pemerintah, saya khawatir kita akan kewalahan menanganinya", ungkap Taufik melalui keterangannya, Senin (16/3).

Meski saat ini Plt Dirjen Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM memastikan belum ada warga binaan yang positif Covid-19, Taufik mengingatkan soal langkah pencegahan tetap penting dilaksanakan.


Lanjut Taufik, ada beberapa hal yang perlu dilakukan terkait waspada corona di kalangan napi. Seperti pemeriksaan suhu tubuh dan kondisi fisik napi secara rutin, menyiapkan hand sanitizer atau sabun pencuci tangan, mengedukasi napi terkait cara mengantisipasi persebaran virus corona, hingga menyiapkan ruangan isolasi untuk warga binaan yang ditengarai terinfeksi Covid-19 atau masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Pemeriksaan kesehatan juga harus dilakukan kepada tamu yang berkunjung dan petugas Lapas. Penting untuk memastikan area Lapas steril dari orang yang mungkin membawa virus tersebut dari luar atau "carrier".

"Dalam kasus Covid-19 ini, keselamatan warga binaan sangat bergantung pada kesigapan Pemerintah dalam mencegah persebarannya," tegas Taufik.

Sebelumnya, Taufik Basari melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan Narkotika, Wanita, dan Rumah Tahanan Bandar Lampung, Kamis lalu (12/3). Taufik melakukan pengecekan langsung hingga ke sel-sel narapidana memperhatikan kondisi dan fasilitas Lapas.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya