Berita

Iklan kampanye Trump yang dihapus Facebook/Reuters

Dunia

Langgar Aturan, Facebook Hapus Iklan Kampanye Trump Untuk Pilpres AS 2020

JUMAT, 06 MARET 2020 | 11:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Raksasa sosial media Facebook menghapus iklan kampanye pemilihan kembali Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk pemilu tahun 2020 ini.

Penghapusan dilakukan pekan ini karena iklan tersebut dinilai melanggar kebijakan perusahaan terhadap informasi yang salah soal sensus pemerintah.

Iklan kampanye Trump itu sendiri meminta pengguna untuk mengisi "Sensus Distrik Kongres 2020 Resmi". Iklan itu berasal dari halaman resmi Trump serta Wakil Presiden Mike Pence di Facebook dengan tautan ke survei di situs web kampanye resmi.


"Kami membutuhkan orang Amerika Patriotik seperti Anda untuk merespons sensus ini, sehingga kami dapat mengembangkan strategi kemenangan untuk Negara Anda," begitu bunyi iklan tersebut.

Menanggapi iklan semacam itu, pendukung hak-hak sipil kemudian mendorong Facebook untuk menghapus iklan itu karena dinilai melanggar kebijakan. Facebook pun mengonfirmasi bahwa iklan itu ditinjau ulang.

"Ada kebijakan yang dibuat untuk mencegah kebingungan di sekitar Sensus resmi Amerika Serikat dan ini adalah contoh dari yang ditegakkan," kata juru bicara Facebook Andy Stone dalam sebuah pernyataan (Kamis, 5/3), seperti dimuat Reuters.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya