Berita

Penjual empon-empon di Kudus mengaku alami lonjakan pembeli/RMOLJateng

Nusantara

Disebut Bisa Tangkal Virus Corona, Empon-empon Laris Diburu Warga Kudus

JUMAT, 06 MARET 2020 | 10:37 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Wabah virus corona yang sudah masuk ke Indonesia memberi dampak bagi penjualan obat-obatan herbal empon-empon di Kabupaten Kudus. Dipercaya dapat menangkal virus corona (Covid-19), empon-empon pun laris manis diburu warga. Salah satunya terlihat di Pasar Kliwon, Kudus.

Empon-empon merupakan kombinasi dari macam-macam tanaman. Seperti kunyit, temulawak, dan jahe. Biasanya, tanaman itu diramu menjadi jamu.

"Sudah seminggu terakhir penjualan naik. Sekitar 50 persen," kata salah satu pedagang, Suwarti, Jumat (6/3), dikutip Kantor Berita RMOLJateng.


Disebutkan Suwarti, biasanya dalam sehari pembeli hanya berkisar 5 orang. Namun kali ini bisa mencapai belasan. Melonjaknya permintaan ini pun berimbas terhadap harga bahan baku empon-empon yang ikut terdongkrak.

"Jahe merah harganya sekarang Rp 60 ribu, sebelumnya Rp 45 ribu. Sedangkan kencur saat ini Rp 50 ribu, biasanya Rp 40 ribu," jelasnya.

Saat ini yang paling banyak dicari pembeli adalah jahe merah. Terutama, sejak ramainya pemberitaan tentang virus corona dari China yang sudah masuk di Indonesia.

"Mungkin untuk antisipasi corona. Buat jamu. Kan bisa nyegarkan badan. Katanya buat tangkal virus itu,” imbuh Suwarti.

Sementara itu, salah satu pembeli, Susan (35), mengaku membeli sejumlah tanaman obat lantaran memiliki khasiat untuk kesehatan. Seperti meningkatkan imunitas tubuh, menurunkan kolesterol, dan penyakit yang lain.

"Ini beli kunir putih satu kilo, kemudian kunir, kencur, dan jahe merah. Untuk jaga-jaga kesehatan. Apalagi sekarang ada virus corona," ungkapnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya