Berita

Tjahjo Kumolo/Net

Nusantara

Tjahjo: ASN Pakai Cadar Boleh, Tapi Masuk Kantor Harus Lepas

KAMIS, 05 MARET 2020 | 16:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo menegaskan tidak ada larangan penggunaan cadar bagi PNS. Namun, ia mengingatkan, saat masuk ke dalam kantor, cadar harus dilepas.

Hal ini bukan pertama kali Tjahjo melontarkan pernyataan terkait cadar. Pada Oktober 2019 lalu, Tjahjo menyatakan PNS tidak menggunakan di dalam kantor pemerintahan.

"Di kementerian saya ada yang tanya, apakah saya boleh kerja pakai cadar? Saya bilang pakai cadar boleh dari rumah, tapi masuk kantor, silakan lepas. Keluar lagi pas mau pulang silakan kalau mau dipakai," kata Tjahjo saat menghadiri Rakor Kemendag, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).


Sebagai abdi masyarakat tentu harus siap melayani. Namun bagaimana bisa melayani jika aparat ASN menggunakan cadar.

"Bagaimana layani masyarakat kalau pakai cadar," cetusnya.

Ada seorang peserta CPNS di Lemhanas yang tidak lolos tes. Masalahnya adalah peserta tersebut menggunakan cadar. Tjahjo mengakui itu adalah sudah ketentuan.

"Kami diskusi Pak Gubernur Lemhanas, kemarin ada peserta nggak diluluskan karena nggak mau lepas cadar. Itu aturan, saya tiap bulan edukasi radikalisme," sebut Tjahjo.

Tidak hanya soal cadar, Tjahjo juga mengingatkan soal hubungan sesama jenis. Hal itu sangat tidak boleh terjadi di instansi pemerintah.

Pada era Presiden Soeharto, Tjahjo bercerita, hal-hal yang mengatur urusan pegawai negeri telah diatur. Contoh salah satunya adalah, Peraturan Pemerintah Nomor 45/1990 dibuat agar pegawai pria sulit untuk berpoligami.

“Ini bagian dari manajemen ASN,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya