Berita

Irawati Hermawan/Net

Bisnis

Irawati: Di Masa Blind Spot Corona Cadangan Bahan Kebutuhan Pokok Minimal Harus Enam Bulan

RABU, 04 MARET 2020 | 19:07 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Di saat belum ada kepastian mengenai kapan anti Covid-19 ditemukan, pemerintah perlu mempersiapkan strategi yang terukur untuk menghindarkan situasi krisis.

Pemerintah perlu menghitung kembali cadangan berbagai bahan kebutuhan pokok, selain meninjau ulang rantai suplai (supply chain) logistik. Juga memastikan bahwa cadangan bahan kebutuhan pokok cukup untuk setidaknya enam bulan.

Demikian disampaikan Ketua Komite Organisasi Internasional Timur Tengah dan OKI Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Irawati Hermawan, dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Rabu, 4/3).


“Kira-kira apakah sudah ada penelitian kapan waktu blind spot ini akan berakhir? Kalau dapat diketahui kapan kira-kira blind spot ini berakhir, kita bisa memenuhi kebutuhan in the long run,” ujar pendiri dan Managing Partner Kantor Hukum Hermawan Juniarto itu.

Menurut hemat Irawati, Indonesia harus mempersiapkan diri untuk tidak tergantung pada komoditas yang selama ini diimpor dari negara lain.

Misalnya untuk komoditas beras. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menghitung ulang cadangan beras nasional. Setelah itu, kalau dirasa kurang, perlu dirancang strategi mencari komoditas pengganti beras.

“Minimal kita harus punya supply untuk minimal enam bulan. Kalau hanya dua sampai tiga bulan itu waktu yang sangat singkat,” katanya.

Irawati yang tengah bersiap mengikuti pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) mengatakan, para ahli dari Unpad bisa berperan dalam situasi seperti ini.

“Dokter-dokter alumni Unpad bisa memberikan pandangan mengenai berapa lama kira-kira blind spot yang akan kita hadapi. Juga ahli-ahli di bidang lain. Potensi yang dimiliki Unpad ini perlu kita rangkul,” demikian Irawati.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Selat Hormuz dan Senjata Geopolitik Iran

Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:40

Gabah Petani Terdampak Banjir di Grobogan Tetap Dibeli Bulog

Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:25

MBG Dikritik dan Dicintai

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:59

Sambut Kedatangan Prabowo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:50

Tourism Malaysia Gaet Media dan Influencer ASEAN Promosikan Wisata Ramadan

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:44

Kader Golkar Cirebon Diminta Sukseskan Seluruh Program Pemerintah

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:21

Kritik Mahasiswa dan Dinamika Konsolidasi Kekuasaan

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:55

Wacana Impor 105 Ribu Pikap India Ancam Industri Dalam Negeri

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:33

Insan Intelijen TNI Dituntut Adaptif Hadapi Dinamika Geopolitik

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:13

Genjot Ekonomi Rakyat, Setiap SPPG Terima Rp500 Juta untuk 12 Hari

Sabtu, 28 Februari 2026 | 02:45

Selengkapnya