Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Warganya Pertama Kali Terpapar Virus Corona, Kota Depok Tidak Perlu Diisolasi

SENIN, 02 MARET 2020 | 23:26 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok meminta kepada semua pihak untuk tenang menghadapi kasus virus corona jenis Covid-19 yang pertama kali masuk ke Indonesia di wilayah Kota Depok.

Ketua DKR Kota Depok, Roy Pangharapan mengajak kepada warga kota belimbing ini untuk bersama-sama mengantisipasi penyebaran virus dari Wuhan, China ini.

"Mari kita gerakan seluruh warga Depok agar hati-hati dan tetap menerapkan hidup bersih dan sehat," ujar Roy Pangharapan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (2/3).


Lebih lanjut, ia berharap agar pemerintah kota dan pemerintah pusat untuk tidak dilebeli buruk dalam bentuk apapun.

Sebab, kasus yang menjangkit MD (64) dan NT (31) yang merupakan warga Perum Studio Alam Indah, A. 2/9, Depok, adalah musibah yang tak pernah diduga.

"Kota Depok tidak perlu di isolasi. Jangan biarkan Virus Corona menghancurkan perekonomian kita, insyaallah pemerintah pusat dan daerah didukung rakyat Depok, pasti bisa mengatasi semua ini," pungkas Roy Pangharapan.

Adapun untuk korban virus corona di Depok ini sebanyak dua orang. Mereka, MD (64) san NT (31), terjangkit virus karena melakukan kontak langsung dengan warga negara Jepang yang tinggal di Malaysia.

Mulanya hanya NT yang melakukan kontak langsung dengan warga negara Jepang di klab dansa di Paloma, Jakarta, Sabtu (14/2).

Tujuan pertemuan Warga Jepang dengan NT ialah untuk melakukan latihan dansa. Karena NT merupakan guru dansa, sementara Warga Negara Jepang adalah muridnya.

Namun sayangnya, WN Jepang ini sudah tertular virus corona Covid-19, yang akhirnya membawanya ke Indonesia lewat NT, dan kemudian ibunya MD juga ikut terinfeksi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya