Berita

Muhyiddin Yassin/Net

Dunia

Ogah Disebut Pengkhianat, PM Muhyiddin: Saya Maju Demi Menyelamatkan Malaysia

SENIN, 02 MARET 2020 | 21:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Muhyiddin Yassin resmi mengemban jabatan baru sebagai Perdana Menteri Malaysia setelah diambil sumpah akhir pekan kemarin.

Muhyiddin mengawali hari pertamanya berkantor sebagai perdana menteri dengan Di hari pertamanya berkantor dengan menepis tudingan miring yang dilayangkan padanya.

Dalam pidato perdananya sebagai perdana menteri, Muhyiddin membantah tuduhan yang menyebut bahwa dia adalah seorang pengkhianat.


Muhyiddin menegaskan, dia melangkah maju menjadi perdana menteri demi menyelamatkan situasi, karena kandidat perdana menteri lainnya tidak memiliki dukungan mayoritas di parlemen Malaysia.

Dia juga menegaskan janji untuk membangun pemerintahan yang bersih yang memiliki integritas dan bebas dari korupsi.
"Saya tahu ada orang yang marah pada saya. Seperti yang diperkirakan, ada beberapa tempat tertentu yang menyebut saya pengkhianat," kata Muhyiddin.

"Dengarkan baik-baik. Saya bukan pengkhianat. Hati nurani saya jelas bahwa saya di sini untuk menyelamatkan negara dari kekacauan yang berkelanjutan," sambungnya, seperti dimuat Channel News Asia.

Untuk diketahui bahwa dilantiknya Muhyiddin sebagai perdana menteri dilakukan setelah perebutan kekuasaan selama seminggu yang terjadi di Putrajaya. Hal itu dipicu oleh pengunduran diri Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri ketujuh.

Ditengah kekisruhan politik tersebut, Muhyiddin yang juga merupakan presiden Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) membawa partainya keluar dari koalisi yang berkuasa saat itu, Pakatan Harapan untuk bergabung dengan Organisasi Nasional Melayu Bersatu, Parti Islam Se-Malaysia dan beberapa partai politik lainnya.

Istana kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa raja telah menemukan bahwa Muhyiddin kemungkinan memiliki dukungan mayoritas Anggota Parlemen.

Namun hal tersebut diperdebatkan oleh Mahathir, yang mengklaim bahwa dia memiliki suara mayoritas dan menyerukan agar parlemen duduk lebih awal sehingga anggota parlemen dapat mengungkapkan secara resmi apakah mereka mendukung Muhyiddin atau tidak.

Namun Muhyiddin mengatakan bahwa bahwa dia tidak pernah berharap untuk mengemban jabatan perdana menteri.

"Saya telah mengambil waktu untuk berpikir secara mendalam sebelum membuat keputusan. Pilihan apa yang saya miliki? Untuk terus mendukung Mahathir yang tidak memiliki dukungan mayoritas atau menerima pencalonan sebagai perdana menteri?" sambungnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

UPDATE

OTT Tak Berarti Apa-apa Jika KPK Tak Bernyali Usut Jokowi

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:17

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00

Jokowi Tak Pernah Berniat Mengabdi untuk Bangsa dan Negara

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:51

Integrasi Transportasi Dikebut Menuju Jakarta Bebas Macet

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:25

Lebih Dekat pada Dugaan Palsu daripada Asli

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:18

PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10

Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:24

Pertemuan Kapolri dan Presiden Tak Bahas Reshuffle

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:21

Amien Rais Tantang Prabowo Copot Kapolri Listyo

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:10

PDIP Rawat Warisan Ideologis Fatmawati

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:07

Selengkapnya