Berita

Petugas pemilihan umum di Israel tengah mempersiapkan perlengkapan untuk pemilu awal Maret ini/Reuters

Dunia

Jelang Pemilu, Rumor Soal Virus Corona Picu Perdebatan Politik Sengit Di Israel

MINGGU, 01 MARET 2020 | 22:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Virus corona menjadi momok baru yang menakutkan bagi banyak orang di puluhan negara di dunia saat ini. Buukan tanpa alasan, pasalnya virus yang juga dikenal dengan nama resmi Covid-19 itu belum ditemukan obatnya ataupun vaksinnya. Terlebih, virus itu menyebar dengan sangat cepat di lebih dari 50 negara di dunia dan merenggut hampir 3.000 jiwa dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.

Karena itulah, tidak heran jika banyak orang di berbagai belahan dunia yang waswas dan khawatir akan penyebaran virus tersebut, tidak terkecuali warga Israel.

Di negara tersebut bahkan ketakutan akan virus corona seketika meletus menjadi pertengkaran politik akhir pekan ini (Minggu, 1/3).


Hal itu bermula dari kehebohan yang terjadi di sebuah mal di kota Givatayim yang terletak berbatasan dengan Tel Aviv.
Para saksi mata mengatakan bahwa para pembeli di dalam mal berduyun-duyun keluar dari lantai atas mal setelah seorang pria datang ke sebuah klinik medis di sana dan mengeluhkan kesehatannya yang buruk.

"Orang-orang berada dalam histeria dan memutuskan untuk mengevakuasi lantai atas mal dan mengatakan ada korban corona," kata salah seorang saksi mata Hila Materni, seperti dimuat Reuters.

Tidak lama setelah insiden itu, Kementerian Kesehatan Israel mengkonfirmasi bahwa pria yang bikin geger mal itu sakit setelah kembali ke Israel dari Amerika Serikat melalui Italia. Saat ini dia tengah menjalani pengujian untuk memastikan lebih lanjut kondisinya.

Namun insiden menjadi buah bibir di kalangan warga Israel dan seketika merambah ke isu politik hingga memicu terjadinya pertengkaran politik. Bukan hal yang mengherankan, karena Israel saat ini tengah bersiap menghadapi pemilu yang akan digelar besok (Senin, 2/3).

Perdana Menteri Israel yang juga merupakan petahana, Benjamin Netanyahu dan penantang utamanya, Benny Gantz saling melempar tuduhan dan klaim soal virus corona untuk mempengaruhi suara.

Gantz yang merupakan seorang mantan jenderal segera mengunjungi mal tersebut dan menuduh bahwa ada propaganda dari partai Likud yang berkuasa berusaha untuk memainkan isu virus coronavirus secara online.

"Givatayim adalah kubu Biru dan Putih," kata Gantz, merujuk partainya sendiri.

"(Netanyahu) berencana untuk mengganggu hari pemilihan, untuk menyebarkan berita palsu di mana saja yang diidentifikasi dengan Biru dan Putih untuk membuat Anda tetap di rumah," tudingnya.

Menanggapi tudingan itu, Netanyahu merespon dengan me-retweet unggahan Partai Likud yang menyebut bahwa apa yang Gantz bicarakan tidak lebih dari sekedar omong kosong belaka.

Sementara itu, Menteri Keamanan Dalam Negeri Gilad Erdan dari Likud mengatakan bahwa Netanyahu telah memerintahkan dinas keamanan Israel pekan lalu untuk melakukan upaya terbaik demi mencegah penyebaran virus corona serta rumor miring soal virus tersebut.

"Ini contoh lain dari Benny Gantz sendiri yang menyebarkan berita palsu," kata Erdan, seperti dimuat Reuters.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya