Berita

Irawati Hermawan/Istimewa

Nusantara

Irawati Menyambut Panggilan Hati

MINGGU, 01 MARET 2020 | 12:56 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

“Kala ingin hidup tenang dalam zona nyaman, tiba -tiba ada panggilan lagi yang menggema dari mana-mana. Ingin kutampik karena bukankah semua yang kucari sudah kudapat, tinggal kunikmati saja sampai akhir hayat,” begitu antara lain bunyi pesan yang ditulis Irawati Hermawan.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) ini dikenal sebagai pengacara dengan spesialisasi di bidang infrastruktur.

Istri dari Bagus Karyanegara ini dikenal pengacara pertama yang berhasil mentransaksikan proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) di sektor infrastruktur.


Setelah berhasil mentransaksikan proyek air minum Tangerang, Irawati melakukan hal serupa untuk sejumlah proyek mercusuar lain seperti MRT Jakarta dan Palapa Ring Indonesia.

Irawati Hermawan adalah pendiri dan  Managing Partner Kantor Hukum Hermawan Juniarto yang memiliki tidak kurang dari 50 pengacara dan tercatat sebagai alah satu kantor pengacara terbesar di Indonesia.

Bukan itu saja, Irawati juga tercatat sebagai equity partner Deloitte Touche Tohmatsu, Ltd. salah satu institusi business consulting terbesar di dunia.

Itu beberapa di antara hal yang telah dan sedang dilakukannya. Dengan itu semua, wajar bila Irawati sempat berusaha menolak panggilan yang dituliskannya tadi.

“Namun sang hati kecil berbisik lirih, begitu lirihnya sampai-sampai hampir tak terdengar. Apa betul itu yang kamu cari? Ketenangan? Zona nyaman?” sambungnya.

“Lalu katanya, ayo sambut panggilan-panggilan itu, apa arti hidup tanpa memberi arti dan guna buat orang lain. Maka karena sang suara lirih inilah aku disini sekarang, bekerja lagi, berjuang lagi. Lalu apa yang kucari? Seperti kata suara lirih dalam relung hati, hidup bukanlah hidup, jika tak memberi guna dan arti bagi orang-orang lain,” demikian Irawati.

Irawati sedang berbicara tentang panggilan untuk mengikuti pemilihan Ketua Ikatan Alumni Unpad yang pemilihannya akan digelar tidak lama lagi.

Ada enam kandidat ketua umum yang akan bertarung dalam pemilihan. Irawati menjadi satu-satunya wanita di lantai bursa, dengan nomor punggung lima.

Adapun lima kandidat lain adalah Ary Zulfikar, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Hadiyanto, Tasdiyanto, dan Tatan Pria Sudjana.

Pemilihan ketua IKA Unpad akan digelar hari Sabtu, 4 April, bersamaan dengan Reuni Akbar Unpad di Kampus Jalan Dipatiukur, Bandung.

Kepada redaksi, Irawati mengatakan dirinya ingin mewujudkan IKA Unpad yang kredibel, bereputasi internasional dan mandiri.

Untuk mencapai tujuan ini, wanita kelahiran 22 April 1969 ini akan membangun budaya profesional dan berintegritas di lingkungan IKA Unpad, meningkatkan sinergi antar alumni Unpad, juga meningkatkan daya saing alumni Unpad.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, Ira ingin membangun alumni Unpad yang sinergis, mannered, adaptive, reachable, dan technological, atau bila disingkat SMART.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya