Berita

Mahathir Mohamad/Net

Dunia

Dua Anggota Parlemen Bantah Klaim Mahathir Mohamad

MINGGU, 01 MARET 2020 | 08:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perdana Menteri ketujuh Malaysia, Mahathir Mohamad mengklaim telah mendapat 114 dukungan dari anggota parlemen. Atas alasan itu, dia terus beraksi terhadap penunjukan Tan Sri Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri oleh Raja Malaysia.

Namun demikian, baru-baru ini ada dua orang anggota parlemen yang membantah telah mendukung Mahathir sebagaimana yang telah diklaim pria 94 tahun tersebut.

Adalah anggota parlemen Bukit Gantang, Syed Abu Hussin Hafiz Syed Abdul Fasal, dan anggota parlemen Sri Aman Masir Kujat yang telah menyangkal memberikan dukungan ke Mahathir sebagai perdana menteri kedelapan.


Sebagaimana diberitakan MalayMail, Syed Abu memastikan bahwa dirinya tidak menyuarakan dukungan untuk Mahathir, tetapi mengungkapkan bahwa dia telah menandatangani surat dukungan untuk Tan Sri Muhyiddin Yassin.

Hal itu dibuktikan dengan sebuah foto dirinya menyerahkan surat dukungan kepada Muhyidin di hadapan Presiden UMNO, Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi.

Sementara Masir, mengurai bantahan dukungan melalui sebuah video.

"Saya mendukung Muhyiddin sebagai perdana menteri," katanya dalam video.

Syed Abu dan Masir merupakan nama yang turut masih dalam 114 anggota parlemen yang diklaim Mahathir telah mendukungnya.

Penolakan mereka membuat jumlah anggota parlemen yang mendukung Mahathir turun menjadi 112. Namun pada malam tadi, nama anggota parlemen Hulu Selangor Juni Leow ditambahkan ke daftar, sehingga total menjadi 113.

Adapun saat berita ini diturunkan, Muhyiddin tengah bersiap ke Istana untuk dilantik oleh Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah sebagai perdana menteri.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya