Berita

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PPP Arsul Sani/Net

Nusantara

Ibadah Haji Empat Bulan Lagi, Pimpinan MPR Minta Indonesia Komunikasi Dengan Pemerintah Arab

JUMAT, 28 FEBRUARI 2020 | 12:17 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Secara mendadak pemerintah Arab Saudi menghentikan arus umroh dari luar, dikarenakan adanya epidemi virus corona. Ribuan jemaah asal Indonesia akhirnya terlantar di bandara lantaran batal diberangkatkan.

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PPP Arsul Sani menyampaikan bahwa ia memahami antisipasi masuknya virus corona ke Arab Saudi dengan melarang jemaah untuk melaksanakan ibadah umroh.

“Saya kira ya, dari sisi kewaspadaan dan pencegahan apa virus Corona itu bisa kita pahami ya. Tentu ada beberapa hal yang perlu diselesaikan oleh penyelengara umroh bersama dengan pemerintah,” ujar Arsul di Komplek Parlemen, Senayan, Jumat (28/2).


Pihaknya meminta agar pemerintah segera mengeluarkan pemberitahuan atau pengumuman kepada jemaah umroh yang akan berangkat hari ini atau satu bulan ke depan dengan adanya larangan memasuki wilayah Arab Saudi tersebut.

“Pertama, jemaah yang sudah terlanjur terbang. Dan kemudian misalnya nggak bisa masuk karena kan pemberitahuan dari pemerintah Arab Saudi bersifat seketika. Nah, Alhamdulillah kemarin juga pemerintah juga sudah menyampaikan bahwa Garuda mengirim pesawat kosong kalau ada yang sampai ditolak masuk sementara sudah sampai di sana,” katanya.

Arsul mengatakan adanya pelarangan memasuki wilayah otoritas Arab Saudi bukan hanya pada persoalan umroh semata. Namun juga pemerintah harus memikirkan untuk penyelenggaraan haji yang akan berlangsung empat bulan lagi.

Pihaknya meminta agar pemerintah untuk melakukan komunikasi intensif kepada otoritas Arab Saudi.

“Nah, ini yang saya kira kita harus dorong, pemerintah untuk terus berkomunikas, diplomasi dengan Arab Saudi. Tentu harapannya virus Corona sudah bisa dikendalikan sudah bisa diatasi dalam satu dua bulan yang akan datang,” tandasnya.

“Tetapi kalau tidak dan itu kemudian penyebaran itu masih berlangsung ini yang saya kira harus jadi bahan pembicaraan dan juga dicari jalan keluarnya bersama. karena itu dampaknya luar biasa,” tutupnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya