Berita

Foto: Istimewa

Bisnis

Kabar Gembira, Kredit bjb Mesra Buka Akses Bagi Difabel

JUMAT, 28 FEBRUARI 2020 | 11:10 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Kabar gembira bagi para penyandang disabilitas. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan bank bjb kini memperluas jangkauan pelayanan produk Kredit bjb Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera). Kredit andalan warga Jabar itu kini bisa diakses para difabel.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, Widi Hartoto mengatakan, langkah ini merupakan wujud nyata keberpihakan perseroan kepada seluruh kalangan masyarakat yang membutuhkan akses permodalan. Tak melulu berorientasi pada keuntungan, Widi menuturkan bank bjb juga memiliki komitmen kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

"Sebagai bank pembangunan daerah, bank bjb memiliki peran sentral untuk menopang perkembangan perekonomian masyarakat. Langkah ini merupakan implementasi nyata dari semangat mendukung pertumbuhan daerah. Kami meyakini, perluasan jangkauan ini akan memberi dampak positif mengingat Kredit bjb Mesra merupakan salah satu produk andalan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan akses permodalan lebih mudah," kata Widi, Jumat (28/2).


Pertama kali diluncurkan akhir 2018 lalu, Kredit bjb Mesra kini menjadi primadona di masyarakat Jabar. Tercatat jumlah pembiayaan Kredit bjb Mesra yang telah tersalurkan mencapai Rp8,1 miliar. Dana miliaran tersebut menyentuh 2.802 warga penerima manfaat melalui 202 rumah ibadah dan 383 kelompok yang tersebar di 105 kecamatan pada 22 kota dan kabupaten.

Perluasan jangkauan ini juga merupakan langkah bank bjb untuk memperluas akses inklusi keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat. Pemanfaatan produk keuangan ini merupakan hal penting demi mengoptimalisasi potensi usaha yang digeluti masyarakat.

Tak hanya mempermudah akses, bank bjb juga melakukan edukasi dan literasi keuangan melalui berbagai program, salah satunya program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu (PESAT). Program ini berupa edukasi dan pendampingan kepada para wirausaha selama beberapa bulan agar kemampuan pengelolaan keuangan serta akselerasi usaha dapat berkembang.

Untuk mengakses permodalan lewat Kredit bjb Mesra, persyaratan yang diberlakukan terbilang sederhana di mana kelompok penyandang disabilitas diminta membuat proposal berisi daftar kebutuhan berikut besaran dananya. Nantinya, proposal diberikan kepada organisasi yang menaungi untuk dilanjutkan kepada bank bjb.

Sistem pengajuannya pun dilakukan secara berkelompok dengan anggota 5-10. Setiap orang dalam kelompok bisa mengajukan kredit hingga Rp5 juta dengan kredit bersistem tanggung renteng. Kelompok-kelompok yang terbentuk akan menerima pelatihan dari pihak bank bjb.

Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Jabar Kustini menyambut baik upaya pemerintah dan bank bjb memberikan akses permodalan bagi wirausahawan difabel.

"Kesulitan akses permodalan selama ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi wirausahawan kelompok disabilitas. Dengan keberadaan Kredit bjb Mesra ini, kami mendapat kemudahan pinjaman tanpa agunan dan biaya administrasi yang ringan sehingga akan lebih memudahkan upaya untuk mengembangkan usaha," kata Kustini.

Kustini mengatakan, para difabel sebenarnya memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor kewirausahaan. Keahlian yang dipupuk dari serangkaian pelatihan, serta semangat juang berlipat ganda untuk menunjukkan kebolehan menjadi senjata utamanya.

Tapi, Kustini juga mafhum bahwa bekal keahlian dan daya juang saja tak cukup dalam mengarungi ketatnya persaingan dunia usaha. Modal, menjadi salah satu faktor paling menentukan bagi setiap orang dalam merintis dan melebarkan sayap usaha.

"Selama ini penyandang disabilitas kesulitan mengakses permodalan. Terobosan dari bank bjb ini sangat membantu kami," ujar dia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya