Berita

Mendagri Tito Karnavia/Net

Nusantara

Ratusan Mahasiswa Papua Terancam DO, Tito Minta Nadiem Segera Bantu Nasib Mereka

KAMIS, 27 FEBRUARI 2020 | 07:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ratusan mahasiswa Papua terancam dropout dari kampusnya masing-masing. Ini berawal dari kepulangan mahasiswa tersebut pada akhir tahun lalu terkait kasus rasisme di Surabaya, Jawa Timur.

Prihatin atas kelangsungan pendidikan mereka, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim  membantu nasib mahasiswa asal Papua tersebut.

Tito menjelaskan, mahasiswa Papua pulang kampung karena ada maklumat dari Majelis Rakyat Papua (MRP) terkait isu rasisme. Namun, maklumat itu sudah dicabut dan pelajar berangsur kembali ke sekolah masing-masing. Namun, karena sudah lama tidak mengikuti kuliah, banyak kampus yang menolak mereka kembali.


"Beberapa sekolah yang sudah ditinggalkan banyak yang tidak mau menerima karena tidak ikuti pelajaran sehingga terancam dropout. Ini kekhususan dan ini kami minta kepada Mendikbud agar mereka dapat diterima ke sekolah masing-masing," kata Tito dalam Rapat Kerja Komisi II DPR RI dengan Kemendagri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/2).

Saat kejadian rasisme di Surabaya ada 618 orang pelajar Papua yang memutuskan pulang kampung. Sebanyak 134 orang sudah kembali ke sekolah masing-masing, sedangkan 484 orang lainnya masih berada di Papua.

Nasib 134 mahasiswa tersebut sedang ditangani para tokoh di Papua.

"Kerja sama Pemda MRP, DPRP, mendata mana yang mau kembali dan tidak mau kembali, termasuk komunikasikan dengan Kemendikbud untuk instruksikan ke sekolah anak-anak tersebut," ucapnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya