Berita

Audiensi warga korban gempa dengan anggota DPRD Ciamis/RMOLJabar

Nusantara

2 Tahun Bantuan Gempa Tak Ada Kejelasan, Massa Geruduk Kantor DPRD Ciamis

SELASA, 25 FEBRUARI 2020 | 16:40 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ratusan massa yang mengatasnamakan Komunitas Korban Gempa 2017 mendatangi Kantor DPRD Ciamis pada Selasa siang (25/2). Kedatangan mereka adalah untuk meminta kejelasan mengenai bantuan rehabilitasi dan renovasi rumah korban gempa.

Diketahui, Kabupaten Ciamis dilanda gempa bumi pada 2017 silam. Ribuan rumah pun rusak. Namun hingga 2020, korban belum mendapat bantuan renovasi rumah dari Pemkab Ciamis.

“Kami geramlah, kenapa sampai saat ini bantuan untuk rehabilitasi dan renovasi rumah korban tidak kunjung datang,” ujar Koordinator Aksi, Yanto (41), di Kantor DPRD Ciamis, Selasa, (25/2).


Yanto mengungkapkan, dirinya bersama puluhan korban, sebelumnya sudah melakukan audiensi bersama Pemkab Ciamis. Bahkan, pihaknya sempat menyambangi Pemerintah Pusat di Jakarta untuk mengonfirmasi dana bantuan gempa Ciamis tahun 2017.

“Kami menyayangkan sekali, karena tidak ada anggaran untuk kami, sebagai korban. Padahal pada waktu itu pernah dijanjikan akan diberi bantuan renovasi rumah korban,” ucapnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Dijelaskan Yanto, jumlah korban gempa terparah ada di Kecamatan Pamarican. Ada pun rumah yang yang mengalami rusak parah sebanyak 312 unit, rusak sedang 1.413, dan 3.999 lainnya rusak ringan.

“Harapannya harus dibantu semuanya. Dari yang rusak ringan sampai rusak parah,” ujarnya.

Saat audiensi di DPRD Ciamis massa diterima secara langsung Ketua Komisi D DPRD Ciamis Syarif Sutiarsa, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis, dan Kepala Dinas Sosial Ciamis.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya