Berita

Foto: Net

Nusantara

Seniman Ibukota Ngadu ke DPR RI, Bikin Anies Seperti Sudah Jadi Presiden

SELASA, 18 FEBRUARI 2020 | 00:31 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

RMOL. Para seniman top Ibukota yang melakukan audiensi (Rapat Dengar Pendapat Umum) dengan Komisi X DPR RI Senin (17/2) kemarin, terkait kebijakan Pemprov DKI dalam merevitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), bisa mengatrol rating politik Anies Baswedan.
 
Soalnya, kata Adhie M Massardi, Forum Seniman Peduli TIM pimpinan Radhar Panca Dahana yang diterima langsung Ketua Komisi X Syaiful Huda itu, adalah seniman dan budayawan kaliber nasional, beberapa di antaranya bahkan sudah mendunia.
 
Sementara yang dipersoalkan adalah gedung kesenian di Jl Cikini Raya no 73 yang dikelola pemerintahan tingkat provinsi, yaitu Pemprov DKI Jakarta.
 

 
“Karena yang diperlukan seniman sesungguhnya Gedung Pusat Kesenian Nasional yang representatif yang memang belum ada, seharusnya momentum revitalisasi TIM yang peruntukannya memang lebih banyak demi kepentingan Pemprov DKI sendiri, para seniman itu bisa langsung audiensi dengan Presiden Joko Widodo,” kata penyair yang terkenal dengan sajak â€œNegeri Para Bedebah” ini.
 
“Sebenarnya pemerintah pusat, yang memiliki tempat-tempat strategis seperti di kawasan Senayan dan kawasan Kemayoran, bisa dengan mudah membuat sarana kesenian tingkat nasional, bahkan internasional. Atau, para seniman itu minta juga dibuatkan gedung pusat kesenian di calon ibukota baru,” tambah Adhie.
 
Jubir Presiden Gus Dur ini menjelaskan. Ketika Gubernur Jakarta (kala itu) Jenderal Marinir Ali Sadikin menginisiasi pembangunan pusat kesenian TIM di Jakarta, pada paruh terakhir tahun 1960-an, merupakan bagian dari persaingan (pengaruh) politik dengan Jenderal Soeharto, yang ketika itu pejabat presiden RI menggantikan peran Presiden Soekarno yang tersingkir secara politik.
 
Karena TIM berhasil melahirkan seniman-seniman berkualitas tinggi seperti Rendra, (teater), Arifin C Noer (film), Popo Iskandar (senirupa) dan menjadi inkubator bagi seniman-seniman muda Indonesia, membuat Ali Sadikin di kalangan seniman jauh lebih populer dibandingankan dengan Soeharto.
 
Begitu harumnya nama Ali Sadikin di kalangan seniman Indonesia, sehingga ia layak menyandang predikat Presiden NKRI (Negara Kesenian RI).
 
Jika dibandingan dengan Ali Sadikin, sebenarnya kiprah Gubernur Anies belum seberapa. Makanya, agar tidak terkesan mengatrol rating politik Anies Baswedan, sudah selayaknya para seniman Ibukota menemui Presiden Joko Widodo,
 
“Minta Presiden segera bangun gedung pusat kesenian nasional yang representatif, karena membangun fasilitas tingkat nasional memang tugas Joko Widodo sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, bukan tugas gubernur kepala daerah,” pungkas Adhie.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya