Berita

Susi Pudjiastuti/Net

Nusantara

Profesor Effendi Gazali Tantang Debat Terbuka Dengan Susi Pudjiastuti Soal Lobster

JUMAT, 14 FEBRUARI 2020 | 12:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tudingan Mantan Menteri KKP, Susi Pudjiastuti kepada Ketua Komisi Pemangku Kepentingan dan Konsultasi Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP2 KKP), Effendi Gazali, berbuntut panjang.

Pasalnya, Susi Pudjiastuti yang menyebut Prof Effendi Gazali mendukung ekspor benih lobster membuatnya bereaksi dan meminta Susi Pudhiastuti debat secara terbuka.

Prof Effendi Gazali mengajak "duel" pada Rabu 19 Februari 2020 mendatang.


"Begini, Bu. Sesuai peradaban ilmiah, kami undang Ibu hadir pada Silaturahmi & Diskusi Ilmiah 'Lobster: Apa Adanya'. Usul kami Rabu, 19 Feb, di Aula KKP (rumah Ibu juga kan?). Para ahli dan jurnalis mohon semua yang berkenan hadir. Semoga berkenan, jadwal bisa kita cocokkan, terimakasih," tulis EG di akun Twitternya @effendigazali sekaligus me-mention akun twitter pribadi Susi Pudjiastuti, Jumat (14/2).

Ada sekitar 17 cuitan Effendi Gazali membalas tudingan Susi soal mendukung ekspor benih lobster. Dia menantang Susi untuk membuktikan tuduhannya tersebut.

Menurut Effendi Gazali, yang ia sampaikan justru perlunya menjaga keberlanjutan dengan lebih dulu dilakukan penetasan laboratorium atau MoU dengan hatchery bila ingin membuka kran ekspor benih lobster.

Dia mengurai, terkait jumlah telur lobster di perairan Indonesia sebanyak 29,6 milyar, Effendi Gazali mengaku mendapat data dari badan riset KKP. Dengan besarnya jumlah tersebut, dia optimis lobster tak akan punah.

Bahkan, Effendi Gazali turut menjelaskan makna 'punah' dalam kultwitnya.

"Salah satu tugas akademisi melawan kedzoliman, fakta+ framing jasa + kontrak media. Kami tidak menuding siapa pun dan justru semoga kita semua terhindar dari hal-hal seperti itu. Amin YRA. Kami tunggu ya, Bu. Jadwal kita bisa cocokkan lagi," kata Effendi Gazali.

Sementara itu, unggahan Susi Pudjiastuti bernada tudingan terhadap Effendi Gazali mendukung ekspor benih lobster. Bahkan, ia menyinggung gelar doktor dan guru besar yang disandang Effendi Gazali.

"Keilmuan tinggi seorang guru besar, Doctor, dalam menjustifikasi/memperlihatkan/ meninggikan/ membenarkan ignorances untuk pembenaran ekspor bibit benih lobster. Saya tidak berilmu dan saya berduka. Mari simak video ini," kata Susi Pudjiastuti.

Video unggahan Susi memperlihatkan Effendi Gazali tengah menjelaskan data jumlah lobster dan menyatakan lobster tidak akan punah.

"Saya peneliti algoritma komunikasi. Saya tidak menuduh, tapi saya serius berpikir: setiap kali saya berteriak 'Lawan Penyelundup Benih Lobster', saya selalu dipelintir sebagai pendukung ekspor benih lobster. Apa artinya, ya? Hehehe," demikian Effendi Gazali sambil menjelaskan nilai penyelundupan benih lobster mencapai Rp900 milar per tahun berdasarkan data PPATK.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya