Berita

Jansen Sitindaon (kiri)/Net

Politik

Sudah Lampu Kuning, Istana Instrospeksilah Saat Bernarasi

KAMIS, 13 FEBRUARI 2020 | 14:37 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keakraban antar warga negara terus semakin menurun. Bukan pembenahan yang dilakukan pemerintah, justru kisruh baru yang ditimbulkan, khususnya melalui pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang menyebut agama sebagai musuh utama Pancasila.

Atas alasan itu, Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon meminta kepada pemerintah dan lingkaran istana untuk berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

“Istana dan sekitarnya instropeksilah diri hati-hati bernarasi. Sudah lampu kuning ini sebentar lagi merah!” tegasnya dalam akun Twitter pribadi, Kamis (13/2).


Soal kerukunan di Indonesia, Jansen Sitindaon mengibaratkan hal tersebut dengan sebuah rumah. Menghias rumah dengan cantik, kamar mewah, dan memberi lantai keramik termahal sekalipun tidak akan ada gunanya, jika anak-anak terus bertengkar dan ribut.

“Kerukunan ini software kita berbangsa. Dia lunak karnanya rentan virus! Bijaklah ngelolanya. Awas uninstall ini bangsa,” tegas Jansen Sitindaon.

Dia lantas mengurai anggapan publik yang menyebut kerukunan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang lebih baik.

Menurutnya, anggapan itu seharusnya makin tokcer di era sekarang. Sebab, ada BPIP yang difungsikan untuk membina warga akan nilai-nilai Pancasila.

“Cuma ini satu-satunya rumah kita. Mari kita jaga dan sayangi bersama seluruh anak bangsa yang hidup di dalamnya. Tiap orang sudah ada kamarnya masing-masing, jadi tak usah saling ganggu, mari kita kumpul di ruang tamu,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya