Berita

Prof. Yudian Wahyudi ketika dilantik menjadi Kepala BPIP disumpah dengan Al Quran/Net

Politik

Lieus Sungkharisma Minta Presiden Jokowi Pecat Ketua BPIP Yang Sesat dan Bikin Gaduh

RABU, 12 FEBRUARI 2020 | 23:44 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Tak lebih dari seminggu setelah dilantik Presiden Jokowi sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Yudian Wahyudi sudah mengeluarkan pernyataan yang membuat heboh.

Statementnya dalam wawancara dengan detik.com yang menyebut agama menjadi musuh terbesar Pancasila, mendapat reaksi keras dari berbagai pihak.

Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma bahkan tak hanya meminta Presiden Jokowi untuk meninjau ulang penetapan Yudian sebagai Kepala BPIP, tapi juga memecatnya. “Pernyataan Yudian tidak hanya telah membuat gaduh, tapi juga sesat,” kata Lieus.


Yudian, kata Lieus, sepertinya tidak paham darimana Pancasila itu berasal. “Dari rahim pemikiran tokoh-tokoh agamalah Pancasila itu lahir. Sebab itulah bunyi Sila Pertama Pancasila adalah ketuhanan Yang Maha Esa,” tegas Lieus.

Sebagai akibat pernyataan Kepalas BPIP itu, tambah Lieus, saat ini muncul kesan di masyarakat bahwa presiden Jokowi sengaja menunjuk Yudian dan memintanya mengeluarkan pernyataan kontroversial seperti itu demi untuk mengalihkan isu. “Terus terang, statemen Yudian itu telah merugikan pak Jokowi,” ujarnya.

Padahal, kata Lieus lagi, saat ini yang dibutuhkan rakyat adalah kepala BPIP yang memiliki pandangan tang teduh dan konsep yang jelas demi membumikan Pancasila di tengah-tengah masyarakat. “Bukan malah melontarkan pernyataan kontroversial yang justru membuat gaduh di masyarakat,” ujar Lieus.

Sebagai akibat pernyataan Yudian itu, kata Lieus lagi, “muncul kesan pemerintahaan presiden Jokowi menjadi anti agama, khususnya Islam,” katanya.

Seperti diketahui, tak lama setelah dilantik Presiden Jokowi, Kepala BPIP, Prof. Yudian Wahyudi, dalam wawancara dengan media melontarkan pernyataannya yang menyinggung pemeluk agama dengan menyebutnya sebagai kelompok minoritas yang ingin melawan Pancasila.

"Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan," papar Yudian.

Pernyataan Yudian itu, jelas Lieus lagi, tidak saja mengingkari sejarah lahirnya Pancasila, tapi juga berpotensi memecah belah persatuan bangsa. “Sejak dulu kita sudah diajari untuk tidak membenturkan Agama dengan Pancasila. Sebab Pancasila itu lahir dari rahim dan atas kesepakatan para pemeluk agama-agama di Indonesia,” tegasnya.

Lieus sepakat dengan Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas yang menyebut pernyataan Yudian Wahyudi itu telah mengancam eksistensi negara dan mendesak Presiden Jokowi untuk mencopot Yudian selaku Kepala BPIP. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya