Berita

Hasto Kristiyanto/Net

Politik

Dugaan Iwan Sumule: Jika Lihat Kronologi Kasus Harun Masiku, Mestinya Hasto Yang Jadi Tersangka

SENIN, 10 FEBRUARI 2020 | 08:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Beragam dugaan mengenai kasus yang membelit eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan di KPKterus bermunculan. Spekulasi muncul seiring belum ditemukannya Harun Masiku, tersangka yang juga kader PDIP.

Teranyar, Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule turut berkomentar mengenai kasus ini. Dia merunut kesaksian para tersangka yang sudah ditangkap KPK.

“Jika lihat kronologis suap KPU, mestinya Hasto (Sekjen PDIP) yang ditersangkakan KPK. Bukan Harun Masiku,” simpulnya di awal dugaan yang disampaikan ke redaksi, Senin (10/2).


Iwan Sumule lantas mengurai dugaannya itu. Dalam kasus ini, terangnya, Hasto Kristiyanto merupakan orang yang paling sering berurusan dengan KPU. Dia mengupayakan agar jatah suara yang diterima Nazaruddin Kiemas, caleg PDIP yang meninggal sebelum pencoblosan, dialihkan ke Harun Masiku.

Pergunjingan suara ini terjadi di dapil Sumetara Selatan I, di mana oleh KPU kursi PDIP dari dapil tersebut diserahkan ke Riezky Aprilia yang meraih suara terbanyak kedua setelah Nazaruddin Kiemas.

Kembali ke dugaan Iwan Sumule. Aktivis pergerakan ini masih ingat dengan pengakuan Wahyu Setiawan usai menjalani pemeriksaan KPK. Wahyu kala itu mengaku tidak kenal dengan Harun Masiku, tapi mengenal Hasto Kristiyanto.

Sementara Hasto, sambungnya, sempat mengaku kenal dengan Saeful Bahri, salah satu tersangka lain dalam kasus ini. Saeful, kata Hasto, pernah menjadi stafnya saat duduk di DPR 2009 lalu.

“Jadi jelas sekali keterkaitan Hasto dalam kasus suap Wahyu Setiawan,” terangnya.

“KPK mestinya menangkap Hasto, tapi tampak  terburu-buru menetapkan Masiku jadi tersangka. Padahal yang tertangkap OTT adalah Saeful, orangnya Hasto,” demikian Iwan Sumule.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya